SERGAI – Media Indonesia – Sawah milik petani di Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), terancam gagal panen (puso) akibat kekeringan parah. Kondisi ini diperparah dengan tidak optimalnya kinerja Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam mengelola irigasi dan minimnya respon dari pihak terkait.
Keluhan para petani sebenarnya sudah disampaikan kepada pemerintah desa setempat, namun tidak mendapatkan penanganan yang serius. Merasa tidak ada solusi di tingkat desa, petani akhirnya mengadukan nasib mereka ke Dinas Pertanian Serdang Bedagai, melalui wartawan untuk sampaikan ke pihak Dinas pertanian Sergai, Senin (16/03/2026).
Sayangnya, upaya konfirmasi yang dilakukan oleh wartawan kepada Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, Dedy Iskandar, melalui via WhatsAppnya, pada hari Rabu (11/03/2026), terkait keluhan petani Pematang Guntung ini menemui jalan buntu, karena hingga berita ini dimuat belum juga ada jawabannya.
Kadis Pertanian dinilai tidak merespon dan terkesan mengabaikan keluhan warga yang tengah berjuang menyelamatkan sawah mereka dari kekeringan.
Heri, salah satu petani terdampak, menyatakan kekecewaannya. “Sawah kami sudah pecah-pecah tanahnya, air irigasi tidak mengalir maksimal karena pengurus P3A tidak bekerja maksimal. Ke desa sudah, tapi nihil hasil. Kami mengadu ke Dinas Pertanian, melalui wartawan kami sampaikan keluhan kami, tapi malah tidak direspon. Kami ini mau makan apa kalau sawah kering semua?” ujarnya, pada hari Rabu (11/03/2026).
Dampak dari tidak optimalnya P3A ini menyebabkan distribusi air tidak merata. Petani berharap Dinas Pertanian Sergai segera turun tangan, meninjau lokasi, dan mengevaluasi kinerja P3A di Desa Pematang Guntung sebelum kekeringan menyebabkan kerugian yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pertanian Sergai belum memberikan tanggapan resmi meski telah dihubungi berulang kali. (Syahrial).










