Menu

Mode Gelap
Ketua CREAM Medan Apresiasi Satu Tahun Kinerja Wali Kota Rico Waas, Ajak Semua Pihak Objektif Menilai Sijago Merah Mengamuk Puluhan Rumah di Pajak Pekong Medan Labuhan BAU BUSUK DAN PENCEMARAN AIR GANGGU MASYARAKAT DESA NAMO BUAYA, PT MSB2 TIDAK MEMILIKI AMDAL DAN IMB,Warga Ancang-Acang Aksi Jika Pemerintah Tidak Bertindak Ketua PW IPA Sumut Minta Hiburan Malam Ditutup Selama Ramadhan Polsek Beringin Disorot Tajam Karena Diduga Melakukan Tangkap Lepas Mafia Solar Dengan Uang Damai Rp 30 Jt. Layani Truk Tangki CPO Isi Solar Subsidi, SPBU 14.205.1111 Pagar Jati Abaikan Larangan dan Peraturan Pertamina.

News

Keterlambatan Pembahasan APBK 2026 Subulussalam: Eksekutif dan Legislatif Saling Tarik-ulur, Dua Fraksi Ajukan Interpelasi

badge-check


					Keterlambatan Pembahasan APBK 2026 Subulussalam: Eksekutif dan Legislatif Saling Tarik-ulur, Dua Fraksi Ajukan Interpelasi Perbesar

Subulussalam,Aceh||MediaIndonesia Eksekutif Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam telah mengajukan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) tahun 2026 untuk dibahas kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK), namun hingga awal Januari 2026 belum ada tanda-tanda proses pembahasan dimulai. Kondisi ini membuat kedua belah pihak terjebak dalam tarik-ulur, dengan dugaan perbedaan pandangan terkait pembagian bagian atau jatah dewan menjadi sorotan utama. Bahkan, Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Fraksi Golkar telah mengajukan interpelasi terkait keterlambatan ini.

 

Masyarakat Subulussalam semakin khawatir mengingat keterlambatan pembahasan APBK berpotensi menghambat pelaksanaan program pembangunan dan layanan publik. Realisasi proyek strategis yang menyentuh kepentingan warga, seperti perbaikan infrastruktur dan peningkatan fasilitas sosial, berisiko tertunda. Selain itu, ruang belanja daerah hanya diperbolehkan untuk keperluan wajib dan mengikat, yang membuat efektivitas pengelolaan keuangan daerah menjadi terbatas.

 

Pengamat kebijakan publik menegaskan bahwa keterlambatan pembahasan APBK memiliki konsekuensi hukum yang jelas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, kepala daerah dan anggota DPRK dapat dikenai sanksi administratif berupa pemotongan hak-hak keuangan selama enam bulan jika tidak menyetujui APBK sebelum dimulainya tahun anggaran. Jika terbukti ada sengketa yang menyebabkan kerugian keuangan negara, hal ini bahkan dapat dikualifikasikan sebagai penyalahgunaan wewenang dengan implikasi pidana.

 

“APBK bukan milik pribadi atau kelompok tertentu, melainkan uang kesejahteraan masyarakat. Para pejabat harus menyadari bahwa keterlambatan ini hanya akan merugikan warga yang telah memberikan kepercayaan,” ujar pengamat tersebut.

 

Masyarakat kini mengajukan pertanyaan besar: mengapa proses yang seharusnya berjalan sesuai aturan justru terhambat? Dugaan bahwa kepentingan kelompok diutamakan dibanding kepentingan publik semakin menguat seiring tidak adanya transparansi terkait penyebab keterlambatan.

 

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak eksekutif maupun legislatif mengenai poin perbedaan yang menjadi akar masalah. Namun, harapan besar tetap ditujukan agar kedua belah pihak segera menemukan titik temu dan menyelesaikan pembahasan APBK 2026 demi kemajuan dan kesejahteraan Kota Subulussalam.

 

Pewarta; Raja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sijago Merah Mengamuk Puluhan Rumah di Pajak Pekong Medan Labuhan

18 Februari 2026 - 11:08 WIB

BAU BUSUK DAN PENCEMARAN AIR GANGGU MASYARAKAT DESA NAMO BUAYA, PT MSB2 TIDAK MEMILIKI AMDAL DAN IMB,Warga Ancang-Acang Aksi Jika Pemerintah Tidak Bertindak

18 Februari 2026 - 03:31 WIB

PT MSB2 OPERASIKAN PABRIK ,PABRIK SAWIT TERBESAR DI ACEH TANPA IZIN, DIDUGA GUNAKAN KAYU HUTAN LINDUNG DARI OKNUM MANTAN KEPALA DESA

16 Februari 2026 - 07:30 WIB

Ormas LAKI DPC Kota Subulussalam Dukung Langkah Fraksi Rabbani untuk Laporkan Angka Devisit keuangan pemko Subulussalam

16 Februari 2026 - 03:52 WIB

WALIKOTA SUBULUSSALAM MINTA KPK & KEJAKSAAN AGUNG AUDIT KEUANGAN PEMKOTA

16 Februari 2026 - 02:33 WIB

Trending di News