Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Kepala SPPG Kerap Disorot Saat Terjadi Masalah, Sistem Pengelolaan MBG Jadi Sorotan

badge-check

Kepala SPPG Kerap Disorot Saat Terjadi Masalah, Sistem Pengelolaan MBG Jadi Sorotan Perbesar

MEDIAINDONESIA.ORG — Persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Salah satu hal yang disorot adalah posisi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kerap menjadi pihak pertama yang mendapat sorotan ketika terjadi persoalan pada makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

Sorotan tersebut salah satunya disampaikan melalui sebuah unggahan di media sosial oleh Dr. Erta Priadi Wira. Dalam unggahan tersebut, ia mempertanyakan apakah persoalan yang terjadi di lapangan semata-mata berkaitan dengan kinerja kepala dapur atau justru terdapat persoalan yang lebih besar dalam sistem pengelolaan SPPG.

Dalam unggahannya, Erta menyinggung pelaksanaan uji organoleptik, yakni pemeriksaan makanan berdasarkan karakteristik seperti tampilan, aroma, rasa, dan kondisi fisik makanan.

Menurutnya, pemeriksaan secara organoleptik tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menjamin makanan sepenuhnya aman dikonsumsi.

“Uji organoleptik—lihat, cium, cicip—tidak bisa menjamin makanan aman,” demikian salah satu pernyataan yang ditampilkan dalam unggahan tersebut.

Kepala SPPG Berada di Garis Depan

Dalam unggahan itu juga disoroti posisi Kepala SPPG yang dianggap berada di garis depan ketika terjadi persoalan keamanan pangan.

Ketika muncul dugaan keracunan atau gangguan kesehatan setelah makanan dikonsumsi, Kepala SPPG menjadi salah satu pihak yang mendapatkan perhatian dan dimintai pertanggungjawaban.

Padahal, pengelolaan makanan dalam program berskala besar tidak hanya melibatkan dapur. Ada berbagai rantai proses yang turut menentukan kualitas makanan, mulai dari pengadaan bahan baku, pemilihan dan penerimaan bahan, penyimpanan, proses produksi, pengemasan hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Karena itu, menurut perspektif yang disampaikan dalam unggahan tersebut, evaluasi terhadap suatu kejadian semestinya tidak berhenti pada petugas atau kepala dapur, tetapi juga melihat keseluruhan sistem.

Persoalan Bahan Baku dan Supplier Ikut Disorot

Materi unggahan tersebut juga menyebut adanya berbagai laporan yang menurutnya pernah diterima oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan program MBG.

Beberapa hal yang disebut antara lain dugaan markup harga bahan baku, adanya supplier tertentu yang disebut dipaksakan masuk, serta adanya kepala SPPG yang mengaku mendapat tekanan untuk menerima bahan dengan kualitas yang dinilai kurang baik.

Namun, berbagai klaim tersebut perlu ditempatkan sebagai tuduhan atau laporan yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Belum dapat disimpulkan bahwa seluruh persoalan tersebut terjadi secara umum pada seluruh SPPG.

Jika benar terdapat persoalan dalam rantai pengadaan, maka pengawasan tidak cukup hanya dilakukan terhadap dapur SPPG. Sistem pengadaan, supplier, standar kualitas bahan baku, mekanisme penerimaan barang serta pengawasan internal juga perlu diperiksa secara menyeluruh.

Jangan Sampai Kepala SPPG Menjadi “Tumbal” Sistem

Persoalan utama yang kemudian muncul adalah mengenai pembagian tanggung jawab.

Kepala SPPG memang memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan operasional dapur berjalan sesuai prosedur. Akan tetapi, keamanan pangan merupakan proses yang melibatkan banyak tahapan dan banyak pihak.

Apabila terjadi masalah, pemeriksaan idealnya dapat menjawab sejumlah pertanyaan penting: dari mana bahan baku berasal, bagaimana kualitasnya ketika diterima, siapa yang melakukan pemeriksaan, bagaimana proses penyimpanan, bagaimana proses pengolahan, apakah prosedur produksi telah dijalankan, hingga bagaimana makanan didistribusikan.

Dengan demikian, penanganan kasus tidak semata-mata mencari pihak yang harus disalahkan, tetapi juga menemukan akar persoalan dan titik kegagalan dalam sistem.

Red(MI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Klarifikasi Resmi MPPD Al-Washliyah Sergai Terkait Isu Madrasah Al-Washliyah 30 Pematang Guntung: Tegaskan Sesuai Prosedur dan Perintahkan Evaluasi Transparansi.

20 Okt 2026 - 07:01 WIB

Klarifikasi Resmi MPPD Al-Washliyah Sergai Terkait Isu Madrasah Al-Washliyah 30 Pematang Guntung: Tegaskan Sesuai Prosedur dan Perintahkan Evaluasi Transparansi.

TPA Diduga Caplok HGU Aktif PTPN IV Kebun Adolina, Manajemen Bungkam Saat Dikonfirmasi. 

20 Okt 2026 - 01:36 WIB

TPA Diduga Caplok HGU Aktif PTPN IV Kebun Adolina, Manajemen Bungkam Saat Dikonfirmasi. 

Dugaan Pungli Berkedok Berita Acara di MTs Al-Washliyah 30 Pematang Guntung Mencuat, PD Al-Washliyah Sergai Belum Berikan Sikap Tegas.

20 Okt 2026 - 00:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Berita Acara di MTs Al-Washliyah 30 Pematang Guntung Mencuat, PD Al-Washliyah Sergai Belum Berikan Sikap Tegas.

Jaga Aset Negara, PTPN IV Regional 2 Pastikan 65 Ha Lahan di Kebun Sosa Masuk HGU. 

18 Okt 2026 - 07:47 WIB

Jaga Aset Negara, PTPN IV Regional 2 Pastikan 65 Ha Lahan di Kebun Sosa Masuk HGU. 

GPA Labuhanbatu Desak Bupati Benahi SDN 09 Bilah Hulu: Hak Pendidikan Anak Jangan Kalah Dari Kepentingan Korporasi

18 Okt 2026 - 07:13 WIB

GPA Labuhanbatu Desak Bupati Benahi SDN 09 Bilah Hulu: Hak Pendidikan Anak Jangan Kalah Dari Kepentingan Korporasi
Trending di Berita