SUBULUSSALAM – ACEH||MEDIAINDONESIA_Puluhan warga Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Senin (16/3/2026) pagi beramai-ramai mendatangi kantor Pabrik Minyak Sawit (PMS) PT Mandiri Sawit Bersama (MSB) 2. Aksi unjuk rasa ini dilakukan untuk menuntut pembayaran serta kompensasi atas dampak lingkungan yang dialami masyarakat sekitar pabrik.
Mayoritas peserta aksi adalah kaum ibu-ibu. Mereka berkumpul di halaman kantor PT MSB2 dengan penuh semangat, menyuarakan tuntutan mereka secara lantang. Salah satu ibu yang menjadi perwakilan warga menyampaikan keluhan kepada awak media. “Kami hanya menerima limbah dan bau busuk yang diakibatkan oleh pabrik MSB2 ini setiap hari. Sudah begitu, kami juga menuntut hak kami berupa THR atau kompensasi yang layak,” ujarnya dengan tegas.
Warga menegaskan bahwa mereka telah lamaegaskan bahwa mereka telah lama menanggung dampak negatif dari aktivitas pabrik, mulai dari pencemaran lingkungan hingga gangguan kesehatan akibat bau busuk yang menyengat. Oleh karena itu, mereka berharap PT MSB2 dapat segera merespons dan memenuhi tuntutan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berusaha menghubungi pihak Humas PT MSB2 untuk meminta keterangan terkait aksi unjuk rasa ini. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan atau balasan yang diterima dari pihak perusahaan.
Aksi unjuk rasa ini masih berlangsung dengan situasi yang kondusif namun tetap tegas. Warga berjanji akan terus menunggu hingga ada kepastian dari pihak PT MSB2 mengenai tuntutan mereka.
Red|MEDIAINDONESIA
Laporan :IP







