Subulusalam, Aceh||MediaIndonesia_ PT GSS diduga langsung membuang limbah ke Sungai Lae Kombih, membuat air sungai menjadi hitam pekat. Kegiatan tersebut langsung dilihat, direkam, dan diposting di Facebook oleh warga bernama AKUN Tono Pono, yang juga menyampaikan video bukti tercemarnya air.
Tidak hanya sungai, limbah perusahaan juga dikabarkan mengalir melalui parit dan memasuki pemukiman warga. Meskipun telah berulang kali berjanji tidak akan membuang limbah ke sungai, praktik tersebut tetap berlanjut, menimbulkan kemarahan dan kekhawatiran akan kerusakan lingkungan serta dampak pada kesehatan masyarakat.
Dasar Hukum: Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap pihak yang membuang limbah tanpa pengolahan yang memenuhi standar dapat dikenai denda hingga Rp 10 Miliar atau pidana penjara maksimal 5 tahun.
Selain itu, Peraturan Daerah Aceh tentang Perlindungan Lingkungan Hidup juga mengatur ketentuan yang sama, dengan sanksi tambahan yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Warga meminta penegak hukum segera turun tangan untuk menindak tegas PT GSS dan mencegah praktik berbahaya ini berlanjut.
Pewarta: ip







