Sergai – Media Indonesia – Masyarakat petani Desa Pematang Guntung Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sangat resah dan mengeluhkan sawah mereka yang dalam keadaan kering dikarenakan saluran aliran irigasi yang sudah ada tidak berfungsi dengan optimal, sehingga sangat merugikan para petani, Sabtu (30/01/2026).
Hal tersebut disampaikan salah seorang warga petani Pematang Guntung kepada awak Media yang tidak ingin disebutkan identitasnya, pada hari Sabtu 25 Januari, ” Kami para petani sebenarnya sangat menyayangkan dan mengeluhkan karena tidak berfungsinya secara optimal saluran aliran irigasinya, karena tidak ada airnya, sementara yang ada airnya tidak bisa sampai ke sawah kami sehingga sawah kami menjadi kering jadi kami sangat kekurangan air padahal sangat dibutuhkan pada masa pertumbuhan padi kami, bang, apalagi kami terpaksa tanam ulang setelah kena banjir pada sebelumnya.
Dan kami juga sangat menyayangkan terhadap pihak P3A karena tidak peka dan tanggap dengan keadaan yang ada dilapangan padahal itu sudah menjadi kewajiban mereka dalam hal tentang air ini. Jadi kami sangat berharap kepada instansi yang terkait dalam hal ini seperti melalui Dinas Pertanian agar secepatnya mengambil sikap dan langkah – langkah yang diperlukan dalam mengatasi permasalahan ini agar tidak sampai terjadi gagal panen pada musim ini agar kami tidak menjadi rugi dua kali karena kami terpaksa melakukan tanam ulang dikarenakan sebelumnya tanaman kami kena banjir, bang, ” Ucapnya sembari berharap.”
Didalam permasalahan air pada persawahan adalah tanggung jawab pihak P3A, P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) adalah bertugas mengelola, memelihara dan merencanakan sistem irigasi tersier secara mandiri dan gotong royong. Sementara tupoksi utamanya adalah meliputi mengatur pembagian air, memelihara jaringan, menyelesaikan konflik air, serta menetapkan iuran untuk operasional demi meningkatkan produktivitas pertanian anggota, apalagi dengan adanya program pemerintah dalam swasembada pangan sehingga banyak mengucurkan anggaran yang besar melalui Departemen Pertanian seperti program Optimasi Lahan (Oplah).
Jadi apa yang seperti disampaikan oleh masyarakat petani Desa Pematang Guntung tersebut mengindikasikan kalau pihak P3A nya tidak bekerja dengan maksimal, karena kalau mereka bekerja dengan tupoksi nya tentu hal tersebut tidak akan terjadi, sehingga para petani tidak kewalahan dalam mengadakan air. Apalagi terlihat saluran irigasi yang sudah ada pun sepertinya tidak terawat, seperti terlihat pada pintu air nya, ada yang sudah rusak dan jebol, tentu itu sangat disayangkan karena sudah dibangunkan oleh pemerintah, namun tidak terawat dengan baik sehingga dampaknya terhadap para petani karena tidak berfungsi dengan optimal irigasi nya.
Semoga dengan adanya keluhan dari masyarakat petani Desa Pematang Guntung ini, para instansi terkait agar dapat segera mengambil tindakan yang cepat dan konkret sehingga keluhan petani tersebut agar dapat segera teratasi. (Syahrial).










