Menu

Mode Gelap
CYEA: Kepemimpinan Darmawan Prasodjo dan Yusuf Didi Setiarto Menjadi Momentum Penguatan Transformasi PLN dan Agenda Energi Nasional Sorotan K3 di Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1: Pekerja Tanpa APD Lengkap Hingga Dugaan Pelibatan Anak Dibawah Umur. Dugaan Pembiaran TBM di PTPN IV Regional 2 Kebun Melati yang Terlihat Tak Terawat, Anggaran Perawatan Dipertanyakan. GMNI Medan Gelar Aksi di DPRD, Soroti “Indonesia Krisis Kebijakan” dan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan. DPP LSM GEMPUR Desak Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun.

News

Defisit Subulussalam: Jangan Menyalahkan Akibat, Lupa pada Penyebab

badge-check


					Defisit Subulussalam: Jangan Menyalahkan Akibat, Lupa pada Penyebab Perbesar

Subulussalam,Aceh ||MediasiIndonesia_ Defisit APBK Subulussalam hari ini adalah cermin dari masa lalu. Ia bukan kesalahan tunggal pemerintah yang sedang berjalan, melainkan buah dari kebijakan anggaran yang disepakati bersama oleh eksekutif dan legislatif pada periode sebelumnya.

Pinjaman PEN seharusnya menjadi alat penyelamatan ekonomi di masa krisis. Namun ketika digunakan untuk kegiatan fisik yang minim dampak pemulihan, pinjaman itu berubah menjadi utang struktural. Utang tetap harus dibayar, sementara manfaat ekonominya telah habis.

Lebih ironis lagi, pada saat yang sama, DPRK dan pemerintah kala itu justru larut dalam politik anggaran. Pokir dipaksakan masuk, bukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, tetapi demi memenuhi kepentingan politik jangka pendek.

 

Dalam sistem keuangan daerah, APBK adalah produk bersama. Tidak ada APBK tanpa persetujuan DPRK, dan tidak ada belanja tanpa tanda tangan eksekutif. Karena itu, tidak adil jika hari ini defisit dijadikan senjata politik untuk menyerang pemerintah baru, sementara peran aktor lama dilupakan.

Hak interpelasi adalah hak konstitusional. Namun jika diarahkan pada akibat kebijakan lama tanpa keberanian membuka penyebabnya, interpelasi justru akan menjadi blunder politik dan moral.

Subulussalam tidak butuh saling menyalahkan. Yang dibutuhkan adalah keberanian membuka kebenaran, memperbaiki tata kelola, dan memastikan APBK kembali pada fungsinya: melayani rakyat, bukan ambisi politik.

 

Pewarta || IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan.

17 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

11 Juni 2026 - 15:03 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Akibat Mati Lampu, Pasangan Suami Istri Tewas setelah Nekat Tidur di Dalam Mobil

5 Juni 2026 - 11:35 WIB

Daerah Medan Utara Marak Kasus Kejahatan Dipicu Bebasnya Praktik Perjudian dan Peredaran Narkoba

29 Mei 2026 - 02:21 WIB

Trending di News