Menu

Mode Gelap
Larang Ambil Dokumentasi Ketika Meliput Mediasi Antara Warga Dusun 6 Dengan Pengusaha Ternak Ayam di Kantor Desa Bogak Besar, Oknum Kadus Diduga Halangi Tugas Pers. Bungkamnya Inspektorat dan Kadis PMD Sergai Terkait Dugaan Nepotisme BUMDes Mangga Dua Jadi Sorotan, Ada Apa?. Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Karo Gelar Kembali Sidang Lanjutkan Pembuktian Perkara Dugaan Tindak Pidana Kehutanan JAKSA DAN POLISI DI SUMATERA UTARA PERKUAT SINERGI PENEGAKAN HUKUM YANG SEMAKIN PROFESIONAL, OBYEKTIF DAN TANPA PRAKTIK TRANSAKSIONAL Camat Perbaungan Bungkam Ketika Dikonfirmasi Terkait Perangkat Desa Sei Nagalawan yang Diduga Berikan Keterangan Palsu. PW IPA Sumut Apresiasi Langkah Terobosan Gubernur Bobby Nasution Bangun Nias dan Sipiongot

News

Ketika Disiplin Mengalahkan Empati: Kebijakan SMA Unggul Subulussalam Dipertanyakan

badge-check


					Ketika Disiplin Mengalahkan Empati: Kebijakan SMA Unggul Subulussalam Dipertanyakan Perbesar

 

Subulussalam,aceh||Media Indonesia Kebijakan SMA Unggul Kota Subulussalam yang mengeluarkan seorang siswa usai kedapatan merokok di belakang asrama memunculkan diskusi publik tentang batas antara ketegasan disiplin dan esensi pendidikan itu sendiri.

 

Pihak sekolah melalui Kepala SMA Unggul Subulussalam Syahri Ramadhan,S.Pd,M.Si menjelaskan bahwa merokok dikategorikan sebagai pelanggaran berat dalam tata tertib internal sekolah. Aturan tersebut, menurut pihak sekolah, telah disosialisasikan sejak awal dan ditandatangani oleh orang tua/wali siswa sebagai bentuk persetujuan bersama terhadap konsekuensi pelanggaran.

 

Dengan dasar itu, sekolah menilai sanksi pengeluaran merupakan langkah yang sesuai dengan regulasi internal yang berlaku.

Namun, di sisi lain, orang tua siswa menilai penerapan aturan tersebut dilakukan secara kaku dan minim ruang pembinaan.

 

Mereka menyebut bahwa anaknya baru pertama kali melakukan pelanggaran dan selama ini tidak pernah terlibat masalah disiplin lain, hal yang juga diketahui oleh wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK).

 

Yang menjadi sorotan, menurut orang tua, adalah pernyataan pihak sekolah yang menyebut bahwa merokok dianggap sebagai pelanggaran yang lebih parah dibandingkan bullying (perundungan). Pernyataan ini memunculkan pertanyaan publik tentang perspektif nilai yang digunakan dalam menilai bentuk-bentuk pelanggaran siswa.

 

“Merokok memang salah, tapi membandingkannya dengan bullying tentu memunculkan tafsir sendiri di masyarakat,” ujar orang tua siswa kepada StrategiNews.id.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa saat kejadian, anak mereka tengah berada dalam tekanan psikologis akibat persoalan keluarga.

Dalam konteks pendidikan modern, kondisi sosial dan mental peserta didik lazimnya menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembinaan, khususnya pada pelanggaran pertama.

Kasus ini membuka ruang refleksi: apakah sekolah unggulan semata-mata diukur dari ketegasan tata tertib, atau juga dari kemampuan mendidik anak yang sedang berada dalam fase rapuh? Disiplin memang penting, namun pendidikan sejatinya juga berbicara tentang empati, pendampingan, dan kesempatan memperbaiki diri.

Hingga kini, belum ada keterangan lanjutan dari pihak sekolah mengenai kemungkinan evaluasi atau pendekatan alternatif terhadap siswa bersangkutan.

Sementara itu, publik dihadapkan pada pertanyaan yang lebih luas: sejauh mana aturan sekolah harus ditegakkan secara tekstual, dan kapan kebijaksanaan pendidik perlu berbicara?

Sekolah unggul tidak hanya diuji oleh keberanian menindak, tetapi juga oleh kebijaksanaan dalam mendidik. Di sanalah kualitas pendidikan menemukan maknanya.

 

Pewarta //IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PW IPA Sumut Apresiasi Langkah Terobosan Gubernur Bobby Nasution Bangun Nias dan Sipiongot

27 Juli 2026 - 15:19 WIB

Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan.

17 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

11 Juni 2026 - 15:03 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Akibat Mati Lampu, Pasangan Suami Istri Tewas setelah Nekat Tidur di Dalam Mobil

5 Juni 2026 - 11:35 WIB

Trending di Headline