Menu

Mode Gelap
WUJUD NYATA KEMANUNGGALAN TNI-RAKYAT, JEMBATAN GARUDA DI KUTA PENGKIH TERUS DIKEBUT Lawan Budaya “Pingpong” Birokrasi, Wilson Lalengke Resmi Laporkan Kapolda Sumsel Shandi Nugraha ke Divpropam Mabes Polri TULUS – Teh Hijau (Official Lyric Video) Asisten Pemulihan Aset Laksanakan Rapat Koordinasi Bersama Satuan Kerja Kejaksaan Negeri Se Wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Secara Virtual Soroti Dugaan P3A ‘Siluman’ di Desa Sei Buluh, Respons TPM BWS Sumut II Dipertanyakan. Diplomasi Pewarta Warga: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya

Uncategorized

Menyedihkan Makanan Bergizi Untuk Siswa SD Se-Kota Subulussalam Seperti Makananan Orang Tahanan Permasyarakatan

badge-check


					Menyedihkan Makanan Bergizi Untuk Siswa SD Se-Kota Subulussalam Seperti Makananan Orang Tahanan Permasyarakatan Perbesar

Subulusalam,Aceh|| MediaIndonesia Ironis Menu “Bergizi” Sekolah Lebih Mirip Jatah makan Tahanan Permasyarakatan.

Generasi emas disuguhi irisan mentimun layu dan ikan tak meyakinkan, publik curiga ada anggaran yang “raib” di tengah jalan

Program makanan bergizi untuk anak sekolah di Kota Subulussalam yang seharusnya menjadi pondasi kesehatan generasi penerus, justru berubah menjadi potret memilukan. Pantauan di lapangan memperlihatkan sajian yang jauh dari kata layak: beberapa iris mentimun yang sudah menguning tidak segar, potongan ayam yang tak jelas kualitasnya, buah jeruk kusam, dan sebiji salak yang tampak sudah mulai mengering.

“Ini makanan bergizi? Lebih mirip jatah makan untuk tahanan di lembaga permasyarakatan,” ujar seorang warga, Selasa (12/08/2025), sambil menggeleng tak percaya.

Ironis memang kritikan makin tajam jika dibandingkan dengan seruan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya gizi seimbang untuk anak-anak. Alih-alih menyehatkan, menu yang diberikan justru menimbulkan penyakit karena buahan disajikan tidak lagi segar, tanda tanya besar: apakah anggaran yang digelontorkan benar-benar digunakan sesuai peruntukan?

Kecurigaan publik pun mengarah pada dugaan pemangkasan atau penyalahgunaan dana. Bila benar terjadi, dampaknya langsung menghantam masa depan anak-anak.

Kini, publik menuntut jawaban tegas: siapa yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan ini? Bagaimana mekanisme pengadaan dan pengawasan dilakukan? Sampai transparansi terwujud, isu ini akan terus menjadi noda di wajah program gizi nasional, setidaknya di Kota Subulussalam

 

Pewarta:RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

WUJUD NYATA KEMANUNGGALAN TNI-RAKYAT, JEMBATAN GARUDA DI KUTA PENGKIH TERUS DIKEBUT

23 September 2026 - 15:06 WIB

Asisten Pemulihan Aset Laksanakan Rapat Koordinasi Bersama Satuan Kerja Kejaksaan Negeri Se Wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Secara Virtual

22 September 2026 - 11:24 WIB

Soroti Dugaan P3A ‘Siluman’ di Desa Sei Buluh, Respons TPM BWS Sumut II Dipertanyakan.

22 September 2026 - 00:35 WIB

KEMBALIKAN MARWAH NU, SELAMATKAN JAM’IYYAH

21 September 2026 - 15:00 WIB

Prospek PBNU Hasil Muktamar Tambakberas Passca OTT Sumarecon

21 September 2026 - 02:20 WIB

Trending di Nasional