Menu

Mode Gelap
Perkembangan Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi Pekerjaan Konstruksi Penataan Kawasan Waterfront City Pangaururan dan Kawasan Tele Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba TA.2022 Narasi Puplik– Miliaran APBK Subulussalam 2020 Terselubung di Lahan Jurang – Dugaan Mupakat Jahat exskutip -Legislatif Terungkap Kilang Ubi yang Diduga Limbahnya Mencemari Sungai Liberia Diduga Menggunakan Kaporit. Diduga Adanya Sarat Kepentingan Dalam Masalah Penutupan Saluran Irigasi di Sei Rejo Sehingga Permasalahan Tersebut Tidak Kunjung Selesai. Rapat Perdana DPN PEMI, Awal Konsolidasi Menuju Pers Nasional yang Kuat dan Terintegrasi Tepat pada waktu sholat Mahrib pukul 17.45, saat umat Islam melaksanakan ibadah, sebuah kejadian mengkhawatirkan tercatat di Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan

News

Warga Minta Galian C Ditutup, Diduga Rusak Lingkungan dan Pakai Jalan Tanpa Izin di Kampong Sikalondang

badge-check


					Warga Minta Galian C Ditutup, Diduga Rusak Lingkungan dan Pakai Jalan Tanpa Izin di Kampong Sikalondang Perbesar

Kota Subulussalam-Aceh || Media Indonesia /2025 di rundung masalah Gelombang protes warga kembali mengemuka di Kampong Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Aktivitas Galian C milik CV Kurnia Wira Perkasa yang mengeksplorasi batu pasir dan sertu di kawasan tersebut, dituding telah merusak lingkungan serta mengganggu akses warga—bahkan memakai jalan di atas tanah milik warga tanpa izin.(28 Juni 2025).

Ali Hasmi, pemilik kebun yang berbatasan langsung dengan area galian, angkat bicara lantang. Kepada media, ia menyatakan bahwa aktivitas tersebut telah menyebabkan erosi parah dan longsor di lahan-lahan perkebunan warga, termasuk miliknya. “Kebun kami rusak, jalan pribadi kami dipakai tanpa izin, dan setiap hujan, tanah kami tergerus. Ini bukan hanya soal izin, ini soal keadilan,” tegas Ali.

Keluhan warga telah berkali-kali disampaikan ke Pemerintah Kota Subulussalam, Dinas Lingkungan Hidup, hingga DPMPTSP. Namun, menurut Ali, hingga hari ini tidak ada tindakan nyata untuk menghentikan kerusakan yang semakin meluas. Bahkan upaya mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah kampong dan kota tak digubris pihak perusahaan.

“Sudah beberapa kali dipanggil untuk mediasi hanya datang sekali,itupun diwakilkan , pihak (perusahaan) tidak datang. Seolah-olah mereka kebal hukum. Padahal sesuai aturan, setiap pemegang izin Galian C wajib mendapat persetujuan warga sekitar,” tambahnya.

Ali Hasmi mendesak Dinas Perizinan Provinsi Aceh dan penyidik terkait untuk segera turun tangan. Ia mengingatkan bahwa eksploitasi tanpa persetujuan warga bisa memicu konflik horizontal yang lebih luas.

“Tidak ada kesepakatan dengan kami, tidak ada izin penggunaan jalan, tapi mereka tetap beroperasi. Kami minta hentikan sekarang juga,” tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak CV Kurnia Wira Perkasa belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan yang disampaikan warga Kampong Sikalondang.

Pewarta; RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Narasi Puplik– Miliaran APBK Subulussalam 2020 Terselubung di Lahan Jurang – Dugaan Mupakat Jahat exskutip -Legislatif Terungkap

2 Februari 2026 - 01:23 WIB

Tepat pada waktu sholat Mahrib pukul 17.45, saat umat Islam melaksanakan ibadah, sebuah kejadian mengkhawatirkan tercatat di Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan

31 Januari 2026 - 04:13 WIB

OKNUM PENGAWAS AR DI DINAS PUPR SUBULUSALAM DIDUGA KOLUSIF DENGAN REKANAN, MERUGIKAN DAERAH SELAMA LEBIH KURANG 10 TAHUN

31 Januari 2026 - 01:42 WIB

Perkuat Edukasi Hukum, Advokat TA’A LOI, S.H. Jalin Komunikasi dengan Kemenkum Sumut

30 Januari 2026 - 10:08 WIB

Sahrial Sekretaris Gapoktan Desa Sukadame Berbohong Ketika Dikonfirmasi Mengenai Oplah Sawah Non Rawa.

30 Januari 2026 - 04:08 WIB

Trending di Berita