Menu

Mode Gelap
Kementerian Hukum Sumut Sambut Sinergi Advokat TA’A LOI, S.H. & Partners dalam Penguatan Kesadaran Hukum Masyarakat Sat Reskrim Polres Tanah Karo Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Remaja Saat Tahun Baru Atasi Lonjakan Harga Minyak Goreng, PT PHPO Buka Pasar Murah di Belawan Mediasi Sidang Gugatan Aliwaris Kakek Sapon di PN Setabat. Kembali Ditunda, Tergugat Dua Meminta Ganti Rugi Atas Pembelian Tanah Seratus Lima Puluh Juta Rupiah Polres Tanah Karo Lepas Dua Personel Purna Bakti, Kapolres : Purna Tugas Adalah Rezeki yang Patut Disyukuri SAH! Matius Situmorang Pimpin DPD KNPI Kota Medan, Ryandi Soerbakti Duduki Dewan MPI

Headline

Seorang Bocah 5 Tahun Jadi Korban Tauran Di Belawan

badge-check

MEDAN UTARA//MediaIndonesia.org – Aksi tawuran antar kelompok kembali terjdi di Jalan KL Yos Sudarso, tepat di depan Rumah Sakit PHC Belawan, kembali memakan korban.

Kali ini, seorang bocah perempuan menjadi korban tembakan senapan angin dalam peristiwa yang terjadi pada Senin (5/1/2026).

Dua kelompok saling serang secara brutal dengan menggunakan senjata tajam seperti kelewang dan parang, serta senapan angin.

Bentrokan di kawasan vital tersebut tidak hanya melumpuhkan arus lalu lintas, tetapi juga memperlihatkan betapa lemahnya pengawasan dan pencegahan aparat keamanan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Diketahui bocah berumur 5 tahun bernama AA hanya dapat terkulai lemah di Rumah Sakit Pirngadi Medan.

“Kejadiannya hari Senin jam 19.00 di Jalan Yos Sudarso tepat di depan Kantor Pos sebelum rumah sakit PHC, Belawan. Saat itu kami menyewa becak motor (betor) mau menjemput suami saya, karena suami saya ada acara tahun baruan di rumah temannya,” ungkap Romanda, ibu korban, Selasa (6/1/2025).

Saat melintasi di Jalan Yos Sudarso dekat Kantor Pos, gerombolan remaja sedang tawuran membawa senjata tajam, tameng, hingga senapan angin saling menyerang. Naasnya becak yang dikendarai Romanda dan anaknya tak bisa melintas.

“Pada saat becak kami mau lewat, ada orang tawuran di depan RS PHC itu. Nggak tahu tiba-tiba dari mana peluru datang. Anak saya langsung teriak, ‘Mak!’ katanya. Ternyata sudah darah semua kepala anak saya,” bilangnya.

Lebih lanjut ibu korban menerangkan, Mulanya Ibu korban tidak tahu apa yang menyebabkan kepala anaknya berdarah. Ibu korban langsung memeluk bocah 5 tahun itu erat-erat mencoba menenangkan.

“Saya panik, karena kan waktu itu akses Rumah Sakit PHC juga diblokir, ditutup, sama pelaku tawuran ini. Jadi, segera kami bawa ke Klinik belakang PHC untuk dapat pertolongan pertama. Tapi dokternya bilang kalau dia nggak berani. Karena lukanya dekat mata. Takutnya kena mata, jadi salah,” terang Romanda.

Saat itulah Romanda tahu bahwa mata anaknya terkena peluru senapan angin. Masih diliputi rasa panik, Romanda memindahkan anaknya ke RS PHC Belawan sebelum pada akhirnya dirujuk ke Pirngadi Medan karena luka serius anaknya.

“Lukanya pas di pelopak matanya, bahkan hampir kena otak. Dan sampai sekarang pelurunya masih bersarang,” ungkap Romanda tak mampu membendung dan menahan air matanya.

Pikiran Ibu 3 anak ini hanya dipenuhi cara supaya anak bungsunya segera pulih. Terlebih peluru di tempurung mata anaknya belum dapat dikeluarkan juga.

“Setiap dia nangis, air matanya keluar bersamaan dengan darah. Saya tidak tega melihatnya,” bilangnya lagi.

RS di Medan Ternyata Kekurangan Dokter Spesialis Bedah Mata

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Pirngadi Medan, Gibson Girsang, menyatakan bahwa AA telah menjalani CT Scan dan ronsen.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya proyektil peluru di bagian dalam mata korban.

“Sudah dilakukan CT Scan. Hasil ronsennya, memang ada peluru di bagian dalam mata,” kata Gibson seperti dikutip dari topjurnal

Namun, Gibson belum dapat mengidentifikasi jenis senjata yang digunakan karena RSUD Pirngadi tidak memiliki dokter spesialis bedah mata.

“Ini pelurunya masih bersarang di dalam mata jadi belum tahu jenis apa,” ujarnya.

Pihak rumah sakit telah berupaya merujuk AA ke RSUP Adam Malik, namun fasilitas serupa juga tidak tersedia di sana karena dokter spesialis mata baru saja pensiun.

“Baru pensiun katanya dokter matanya jadi engga bisa. Nah, terakhir kami koordinasi dengan RS USU. Di sana ada cuma kamarnya lagi full,” ucapnya.

Saat ini, RSUD Pirngadi sedang berkoordinasi dengan RS USU untuk mencari ketersediaan kamar agar AA segera dapat menjalani operasi.

“Hari ini kemungkinan pasien akan dibawa ke RS USU biar cepat ditangani. Kalau kondisi anak, ya merasa nyeri di bagian mata pastinya. Tapi kalau kondisi tubuh lainnya baik,” sebutnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sat Reskrim Polres Tanah Karo Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Remaja Saat Tahun Baru

3 Maret 2026 - 13:16 WIB

Atasi Lonjakan Harga Minyak Goreng, PT PHPO Buka Pasar Murah di Belawan

3 Maret 2026 - 06:29 WIB

Mediasi Sidang Gugatan Aliwaris Kakek Sapon di PN Setabat. Kembali Ditunda, Tergugat Dua Meminta Ganti Rugi Atas Pembelian Tanah Seratus Lima Puluh Juta Rupiah

3 Maret 2026 - 06:02 WIB

Polres Tanah Karo Lepas Dua Personel Purna Bakti, Kapolres : Purna Tugas Adalah Rezeki yang Patut Disyukuri

2 Maret 2026 - 12:42 WIB

Wartawan Layangkan Surat Resmi Permohonan Hasil Lab Sesuai Arahan DLH Sergai, Namun Belum Juga Diberikan.

1 Maret 2026 - 18:24 WIB

Trending di Headline