Menu ✖

Mode Gelap
Proyek Drainase Gaperta Dikeluhkan Pedagang, Galian Terbuka Berhari-hari Ganggu Aktivitas Jualan Dugaan Pelangsiran dan Niaga Ilegal BBM Pertalite di Sei Bamban Terus Beroperasi, Publik Desak Kapolres Sergai Turun Tangan.  Soliditas Wartawan, Ketua PD MIO Karo Jan Warista Ginting Bersama Pengurus Hadiri Tenah Kerja Anak Wartawan David Sirait di Merdeka POLEMIK KUTIP KOMPO TANAMAN KARET KEBUN TANAH RAJA: Manajemen Bungkam, Transparansi GCG PTPN IV Dipertanyakan.  Ujian Integritas Kapolda Sumut Baru: Warga Siantar Diduga Jadi Korban ‘Pengkondisian Kasus’ dan Pemerasan Ratusan Juta Rupiah oleh Oknum Ditreskrimum/PPO. Bantah Hoaks Pungutan Rp 100 Ribu Per Siswa, SMAN 2 Pematangsiantar Tegaskan Sumbangan Komite Murni Sukarela. Buktinya Variasi Rp 20 Ribu, Rp 30 Ribu, Hingga Rp 50 Ribu

Nasional

Proyek Drainase Gaperta Dikeluhkan Pedagang, Galian Terbuka Berhari-hari Ganggu Aktivitas Jualan

badge-check


					Proyek Drainase Gaperta Dikeluhkan Pedagang, Galian Terbuka Berhari-hari Ganggu Aktivitas Jualan Perbesar

MEDAN – MI.Org. Proyek peningkatan drainase di Jalan Gaperta, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, menuai keluhan warga. Pasalnya, galian drainase yang sudah dikorek dibiarkan terbuka tanpa penutup sementara, sehingga mengganggu akses keluar-masuk pembeli ke toko-toko di sepanjang jalan.

Pantauan di lokasi, Sabtu (11/10/2026), deretan parit di sisi jalan menganga dengan kedalaman lebih dari satu meter. Material bekas galian, papan proyek, dan tumpukan tanah masih menumpuk di bahu jalan. Sejumlah pemilik warung dan toko kelontong terpaksa menutup tokonya.

“Jualan kami jadi sepi. Pembeli takut jatuh, motor tidak bisa naik ke depan toko. Sudah lebih sebulan dikorek tapi tidak ditutup,” ujar Siti nama samaran, pemilik toko di Gaperta. Sama halnya didepan Mesjid Kauman, lubang dibiarkan terbuka begitu saja.

Warga lainnya mengaku khawatir akan keselamatan, terutama saat hujan dan malam hari karena minim penerangan dan tanda pengaman.

Proyek ini sendiri merupakan bagian dari program Pemko Medan untuk mengatasi banjir di kawasan Helvetia. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut tercatat memiliki nilai kontrak Rp8.008.822.117, dengan Nomor Kontrak 013/SP/24.1/APBD/2026, tanggal kontrak 25 Juni 2026, masa pelaksanaan 173 hari, dan dilaksanakan oleh CV Amanda Citra.

Disorot FORJAKUMSU

Ketua Forum Jurnalis Hukum Sumatera Utara (FORJAKUMSU) Andri Syafrin Purba, S.Sos menyoroti beberapa proyek yang menjadi prioritas utama Kota Medan harus segera dievaluasi pelaksanaannya di lapangan.

Menurutnya, proyek drainase Gaperta adalah proyek vital untuk penanganan banjir, namun aspek keselamatan kerja, ketepatan waktu, dan dampak sosial bagi warga tidak boleh diabaikan.

“Jangan sampai proyek yang tujuannya baik justru menyengsarakan rakyat kecil. Pedagang di Gaperta tutup toko karena tidak ada akses. Ini yang harus menjadi perhatian serius kontraktor,” tegas Andri.

Ia meminta agar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau ulang metode kerja di lapangan dan memastikan Kadis SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi, S.S.T.P., M.T bekerja sesuai tupoksinya. Jangan hanya memantau jarak jauh atau hanya mendengar laporan saja.

Selain itu, Andri juga meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) untuk ikut melakukan pengawasan dan monitoring terhadap proyek-proyek infrastruktur prioritas di Kota Medan, termasuk proyek drainase Gaperta senilai Rp8 miliar tersebut.

“Kami minta Wali Kota Medan dan Kejati Sumut turun tangan. Pastikan proyek ini dikerjakan sesuai spesifikasi, sesuai RAB, dan tidak molor. Jika ada dugaan kelalaian yang merugikan masyarakat dan keuangan negara, harus ditindak. Proyek prioritas harus transparan dan diawasi ketat,” ujarnya.

Warga berharap pelaksana proyek bisa mempercepat penutupan galian dan menyediakan akses sementara yang layak.

“Kami mendukung pembangunan, Gaperta memang langganan banjir. Tapi tolong jangan korbankan pedagang kecil. Kalau sudah digali, langsung tutup. Kasih jembatan penutup U-Ditch yang aman, jangan dibiarkan menganga,” kata warga lain.

Tiiim…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Soliditas Wartawan, Ketua PD MIO Karo Jan Warista Ginting Bersama Pengurus Hadiri Tenah Kerja Anak Wartawan David Sirait di Merdeka

10 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Bantah Hoaks Pungutan Rp 100 Ribu Per Siswa, SMAN 2 Pematangsiantar Tegaskan Sumbangan Komite Murni Sukarela. Buktinya Variasi Rp 20 Ribu, Rp 30 Ribu, Hingga Rp 50 Ribu

8 Oktober 2026 - 13:29 WIB

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Gibran Tetap Sah Sebagai Wakil Presiden RI

7 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Sengketa Tanah Wakaf Memanas di Desa Sungai Raya, Warga Muslim Desa Sungai Raya Pasang Plang dan Minta Kades dan 12 orang pembuat hibah palsu di Proses Hukum

5 Oktober 2026 - 02:50 WIB

Warga Resah, Rekonstruksi Jalan Gang Karya 7 Pangkalan Mashur Dikebut Sehari Asal Jadi dan Tanpa Plang

5 Oktober 2026 - 02:43 WIB

Trending di Nasional