Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Ketika Sang Semar Mesem Tak Lagi Hadir, Ada Senyum, Jejak, dan Kenangan yang Tertinggal

badge-check

Ketika Sang Semar Mesem Tak Lagi Hadir, Ada Senyum, Jejak, dan Kenangan yang Tertinggal Perbesar

JAKARTA,Mediaindonesia.org // Ketika Sang Semar Mesem Tak Lagi Hadir, Ada Senyum, Jejak, dan Kenangan yang Tertinggal. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar kepergian H. Fathan Subchi pada Ahad, 25 Oktober 2026, di Rusia, menyisakan duka yang mendalam. Sosok yang selama ini dikenal dengan senyum khasnya, yang akrab dengan dunia pergerakan, politik, organisasi, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama, kini telah menghadap Sang Khalik.

Fathan Subchi bukan sekadar nama dalam lembaran perjalanan organisasi. Ia adalah bagian dari sejarah panjang pergerakan. Seorang kader yang pernah tumbuh dan ditempa dalam rahim Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kemudian melanjutkan pengabdiannya melalui Ikatan Keluarga Alumni PMII.

Julukan Semar Mesem NU seolah menjadi gambaran tersendiri tentang sosoknya. Senyum yang melekat, pembawaan yang khas, dan perjalanan panjang yang membuatnya dikenal di berbagai lingkaran pergaulan organisasi maupun politik.

Ia pernah menjadi bagian dari dinamika perjuangan mahasiswa, menapaki dunia politik sebagai anggota DPR RI selama dua periode, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Bahkan, menjelang akhir hayatnya, ia masih memegang amanah sebagai Ketua Umum PB IKA PMII periode 2025–2030.

Namun, kehidupan memang tidak pernah memberikan pemberitahuan kapan seseorang harus mengakhiri perjalanannya.

Di tengah berbagai amanah dan tanggung jawab yang masih diemban, takdir Allah berkata lain. Perjalanan tugasnya di Rusia menjadi perjalanan terakhirnya di dunia.

Fathan Subchi telah pergi.

Tetapi, apakah kepergian seseorang berarti berakhir pula seluruh cerita tentang dirinya?

Tentu tidak!

Ada orang yang kehadirannya dikenang karena jabatan. Ada pula yang dikenang karena kekuasaan dan pengaruhnya. Namun, ada orang-orang tertentu yang akan selalu diingat karena pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak orang.

Di dunia pergerakan, kita mengenal banyak tokoh yang datang dan pergi. Ada yang meninggalkan jabatan, ada yang meninggalkan pengaruh, dan ada pula yang meninggalkan kenangan yang tidak mudah dihapus oleh waktu.

Fathan Subchi adalah bagian dari perjalanan itu.

Kini, kursi kepemimpinan yang pernah didudukinya akan menjadi bagian dari sejarah. Suaranya tak lagi terdengar dalam forum-forum organisasi. Senyumnya tak lagi terlihat dalam pertemuan-pertemuan. Tetapi jejak pengabdiannya akan tetap menjadi catatan bagi generasi yang melanjutkan perjalanan.

Bagi keluarga besar PMII, IKA PMII, dan Nahdlatul Ulama, kepergiannya bukan hanya kehilangan seorang tokoh, melainkan juga kehilangan seorang sahabat seperjalanan.

Kita boleh berbeda pandangan, berbeda pilihan politik, bahkan berbeda cara dalam memahami dan menjalankan organisasi. Tetapi kematian mengingatkan kita bahwa pada akhirnya, semua manusia akan kembali kepada Allah SWT.

Hari ini, Semar Mesem NU itu telah pergi.

Tidak ada lagi kesempatan untuk menyapa, bercanda, berdiskusi, atau bertukar pikiran dengannya. Yang tersisa hanyalah kenangan, doa, dan tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai kebaikan yang pernah diperjuangkannya.

Selamat jalan, Sahabat Fathan Subchi.

Semoga segala pengabdian menjadi amal jariyah, segala kebaikan menjadi penerang di alam kubur, dan segala kekhilafan mendapatkan ampunan Allah SWT.

Jabatan boleh berakhir, kekuasaan boleh berganti, tetapi sejarah pengabdian tidak boleh dihapus begitu saja.

Semar Mesem NU itu telah pergi. Namun, senyum dan jejak pengabdiannya akan tetap hidup dalam ingatan mereka yang pernah berjalan bersamanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPP SATU BETOR MENYERAHKAN JUMAT BAROKAH KE PANTI ASUHAN AL-KAHFI

10 Jul 2026 - 16:52 WIB

DPP SATU BETOR MENYERAHKAN JUMAT BAROKAH KE PANTI ASUHAN AL-KAHFI

Rumah Digadai Demi Izin Lengkap, Usaha Justru Terus Ditekan — Pemilik CV Napogos Berkarya Jaya Memohon Keadilan ke Presiden dan Gubernur Sumut

21 Mei 2026 - 11:34 WIB

Rumah Digadai Demi Izin Lengkap, Usaha Justru Terus Ditekan — Pemilik CV Napogos Berkarya Jaya Memohon Keadilan ke Presiden dan Gubernur Sumut

TRANSPARANSI DIPERTANYAKAN: Dana Rp 2 Miliar Revitalisasi SMPN 1 Satu Atap Sukabangun, RAB Disembunyikan, Dugaan Pelanggaran Terbuka

12 Mei 2026 - 09:28 WIB

TRANSPARANSI DIPERTANYAKAN: Dana Rp 2 Miliar Revitalisasi SMPN 1 Satu Atap Sukabangun, RAB Disembunyikan, Dugaan Pelanggaran Terbuka

Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan, Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut Sampai Malam

23 Apr 2026 - 11:13 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan, Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut Sampai Malam

Musyawarah Desa Suga Suga Hutagodang Sukses Rumuskan RKPDes TA 2026

13 Jan 2026 - 03:49 WIB

Musyawarah Desa Suga Suga Hutagodang Sukses Rumuskan RKPDes TA 2026
Trending di Anichin-Donghua