Menu

Mode Gelap
Keberadaan Dua Kilang Ubi di Desa Simpang Empat Banyak Dikeluhkan Warga. Jawaban Peristiwa Hukum & Alat Bukti Termohon dalam Perkara Praperadilan Nomor 2/Pid.Pra/2026/PN Mdn., Diduga Sarat Rekayasa Hukum dan Upaya Paksa* Heri Ketua P3A Desa Pematang Guntung Diduga Berbohong Ketika Dikonfirmasi Mengenai Kegiatan Fisik Oplah Non Rawa. Merasa Tidak Bersalah Dijadikan Tersangkah Kakek 70 Tahun, Melalui Kuasah Hukumnya Resmi Melakukan Prapradilan Di PN. Medan SINERGI LINGKUNGAN GEOGRAFI SMAN 1 RUNDENG BERSAMA KETUA PGRI CAB KEC.RUNDENG Izin Kilang Ubi yang Diduga Menyebabkan Pencemaran di Sungai Liberia Dipertanyakan Publik.

Berita

Keberadaan Dua Kilang Ubi di Desa Simpang Empat Banyak Dikeluhkan Warga.

badge-check


					Keberadaan Dua Kilang Ubi di Desa Simpang Empat Banyak Dikeluhkan Warga. Perbesar

Sergai  –  Media Indonesia – Keberadaan dari kedua kilang ubi yang berada di Dusun 5 Kampung Pulo dan di Dusun 6 Kampung Padang Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ternyata banyak juga dikeluhkan oleh warga, karena dampak dari kegiatan aktivitas dari kedua kilang ubi tersebut, seperti suara bising dari mesin dan limbahnya, Senin (26/01/2026).
Hal tersebut diketahui awak Media ketika konfirmasi langsung kepada warga yang ada di sekitaran pabrik kilang ubi tersebut, pada hari Jum’at 23 Januari, yang mana kata warga tersebut, namun tidak ingin disebutkan identitasnya, menyampaikan bahwa, sebenarnya keberadaan dari kedua kilang ubi tersebut ada plus dan minusnya atau ada manfaat dan ruginya juga bagi kami masyarakat, yang mana plusnya itu seperti bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar dan ada aktivitas ekonomi yang bisa membantu perekonomian warga Desa.
Namun ada juga negatif nya seperti suara bising yang diakibatkan oleh suara mesin penggiling ubi, dan juga masalah limbahnya, karena masalah limbahnya ini yang sering menjadi masalah, karena limbahnya tersebut melewati aliran parit di Dusun sehingga melintasi tanah warga, sementara limbah tersebut menimbulkan bau tak sedap dan sangat menyengat, dan terkadang juga berpengaruh kepada tanaman warga seperti pohon cabai yang mati dan juga hewan ternak yang mati seperti entok, bang, ” Ungkapnya.”
Emang kalau kilang yang di Dusun 5 milik Galiong/Amin, secara sosial adalah memberikan pada masyarakat sekitar, seperti memberikan bantuan uang duka sekitar Rp 400 rb, jika ada warga yang meninggal, tapi kalau yang di Dusun 6 Kampung Padang milik Cunglai, tapi sekarang si Badol yang mengelolanya karena Cunglai sudah meninggal, yang saya dengar kalau nggak salah belum ada kontribusinya bagi warga, bang.
Namun sebenarnya untuk keseluruhan warga sangat mengharapkan masalah limbah ini tolong lah diperhatikan serius oleh pihak dari kedua kilang ubi, gimana supaya tidak terlalu menyengat baunya dan meminimalisir dari bahaya limbahnya agar tidak merusak lingkungan, dan tentu juga kami sangat berharap kepada instansi terkait seperti pihak dari Dinas Lingkungan Hidup, agar selalu monitoring khususnya masalah limbahnya, jangan hanya ada kejadian seperti yang baru terjadi ini, yang ikan banyak yang mati baru sibuk dan turun, karena kejadian seperti sudah sering terjadi, agar dapat mengantisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan terulang kembali, ” Harap warga tersebut. ” (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heri Ketua P3A Desa Pematang Guntung Diduga Berbohong Ketika Dikonfirmasi Mengenai Kegiatan Fisik Oplah Non Rawa.

24 Januari 2026 - 15:51 WIB

Izin Kilang Ubi yang Diduga Menyebabkan Pencemaran di Sungai Liberia Dipertanyakan Publik.

24 Januari 2026 - 03:22 WIB

Program Kolaborasi Pemprov Sumut Tuntaskan 100 Persen Listrik dan Internet Sekolah, PW IPA Sumut: Langkah Nyata Majukan Pendidikan Digital

23 Januari 2026 - 08:16 WIB

Latif Hasibuan Nyatakan Kesiapan Pimpin Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Medan Mendaftarkan diri Calon Ketua

22 Januari 2026 - 09:34 WIB

Kades Desa Simpang Empat Enggan Bersuara Ketika Dikonfirmasi Terkait Polemik Limbah Kilang Ubi.

22 Januari 2026 - 08:27 WIB

Trending di Berita