Menu

Mode Gelap
DPD KNPI Kota Medan Dinakhodai Matius Situmorang SH, MH Resmi Dilantik, Dorong Pemuda Produktif dan Kolaboratif Jika Desil 8-10 Tak Ditanggung, RSUDYA Tapaktuan Terancam Bangkrut Akhir 2026 Kerusakan Jembatan di Jalan Produksi Kebun Tanah Raja Diduga Akibat Aktivitas Pihak Luar dan Perbaikan Dinilai Asal Jadi. Kejaksaan Negeri Karo Gelar Coffee Morning Bersama Media, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Humanis dan Transparan Diduga Edarkan Sabu di Payung, Pria “Teger King” Diciduk Polisi Chorinus Eric Nerokou Buka Workshop Litigation Skill PLN Bahas Perkembangan KUHP-KUHAP Baru

Headline

Kasus Rp4 Miliar Dana Hibah Pilkada Subulussalam: Segera Ditetapkan TERSANGKA

badge-check


					Kasus Rp4 Miliar Dana Hibah Pilkada Subulussalam: Segera Ditetapkan TERSANGKA Perbesar

Subulussalam, Aceh||MediaIndonesia Kejaksaan Negeri (Kejari) Subulussalam bergerak cepat mengungkap dugaan korupsi dana hibah Panwaslih Kota Subulussalam senilai Rp4 miliar untuk Pilkada 2024. Langkah tegas ini sejalan dengan komitmen Kejari dalam mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di tahun 2025.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Tipidsus), Anton Susilo, SH, yang baru dua bulan menjabat, menyatakan penyidikan telah memasuki tahap akhir. “Kasus ini sudah naik ke penyidikan, dan dalam waktu dekat, penetapan tersangka akan dilakukan,” tegas Anton.

Penggeledahan Membuka Tabir Korupsi

Penggeledahan di ruang Bendahara Panwaslih (yang juga merangkap bendahara Kantor Kesbangpol) Kota Subulussalam membuahkan hasil signifikan. Tim penyidik menyita SPJ (Surat Pertanggungjawaban) pengelolaan dana hibah 2024, laptop, dokumen digital, dan catatan pengeluaran yang mencurigakan.

Dasar Hukum yang Kuat

Tindakan penggeledahan dan penyitaan dilakukan berdasarkan UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, KUHAP Pasal 38 dan 39, serta Instruksi Jaksa Agung. Anton memastikan seluruh proses mengikuti prosedur hukum yang ketat dan disaksikan aparat terkait.

“Bersih-bersih Dimulai, Tak Ada Toleransi!”

Kejari Subulussalam mengirimkan pesan keras: era tutup mata terhadap penyelewengan anggaran telah berakhir. Kasus ini bukan hanya kerugian negara, tetapi juga mencemarkan proses pemilu yang seharusnya jujur dan adil. “Kami bekerja bukan berdasarkan tekanan, tapi komitmen menegakkan keadilan dan melindungi uang rakyat,” tegas Anton.

 

Dana Hibah Mengalir ke Mana.

Sumber internal menyebutkan indikasi penggunaan dana hibah untuk keperluan di luar mandat Panwaslih, termasuk kemungkinan gratifikasi dan pengeluaran fiktif. Tim Kejari akan berkolaborasi dengan auditor independen untuk menghitung kerugian negara sebelum mengumumkan tersangka.

Publik Menanti Keadilan

Skandal ini menyita perhatian publik. Apakah ini awal reformasi birokrasi atau puncak gunung es korupsi pemilu lokal? Rakyat menantikan penegakan hukum yang tegas dan transparan.MediaIndonesia akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas.

 

Reporter: IPONG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar

  1. khairul

    saya salah satu pengawas pemilihan lapangan(PPL)di desa bunga tanjung kecamatan sultan daulat kota subulussalam,sampai sekarang belum menerima insentif dan operasional terakhir bekerja,kuat dugaan insentif(gaji) kami PPL di korupsikan juga.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

DPD KNPI Kota Medan Dinakhodai Matius Situmorang SH, MH Resmi Dilantik, Dorong Pemuda Produktif dan Kolaboratif

10 Mei 2026 - 05:13 WIB

Jika Desil 8-10 Tak Ditanggung, RSUDYA Tapaktuan Terancam Bangkrut Akhir 2026

10 Mei 2026 - 03:55 WIB

Kerusakan Jembatan di Jalan Produksi Kebun Tanah Raja Diduga Akibat Aktivitas Pihak Luar dan Perbaikan Dinilai Asal Jadi.

9 Mei 2026 - 01:08 WIB

Chorinus Eric Nerokou Buka Workshop Litigation Skill PLN Bahas Perkembangan KUHP-KUHAP Baru

8 Mei 2026 - 15:34 WIB

Modus Ingin Mencuri, Pria di Tapteng Diduga Hendak Lecehkan Anak di Bawah Umur

8 Mei 2026 - 06:13 WIB

Trending di Berita