Menu

Mode Gelap
Diduga Alergi Sosial Kontrol, Manager Kebun Tanah Raja Blokir Nomor Kontak Wartawan. Dugaan Asal Jadi, Proyek Optimasi Lahan Sawah Rp 460 Juta di Mangga Dua Sergai Dipertanyakan. Markas Perjudian di Kota Baru yang Digrebek Jatanras Polda Sumut Kembali Beroperasi, Terduga Bandar Tantang Polisi Kapolresta Deli Serdang Kurang “Bergairah” Memberantas Perjudian yang Meresahkan Masyarakat, Butuh Dukungan Mabes Polri dan Polda Sumut PT PHPO Salurkan Beasiswa Prestasi ke SMKN 3 Medan Ketua Bobylovers Sumut Soroti Dugaan Monopoli Proyek Pengadaan Meubelair di Disdik Sumut

Berita

Diduga Alergi Sosial Kontrol, Manager Kebun Tanah Raja Blokir Nomor Kontak Wartawan.

badge-check


					Diduga Alergi Sosial Kontrol, Manager Kebun Tanah Raja Blokir Nomor Kontak Wartawan. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Hubungan kemitraan antara pihak manajemen perkebunan Tanah Raja dengan insan pers kembali mendapat sorotan. Manajer Kebun Tanah Raja, Djoel Irwin, diduga sengaja memblokir nomor WhatsApp awak media saat hendak dikonfirmasi terkait fungsi kontrol sosial masyarakat. Peristiwa ini bermula pada Jumat, 8 Mei 2026, yang mana awak media mengirimkan pesan WhatsApp ke nomor Manajer Kebun Tanah Raja untuk memperkenalkan diri, sekaligus memohon izin bersilaturahmi guna menawarkan jalinan kemitraan yang baik, Senin (18/05/2026).

Namun, upaya komunikasi tersebut tidak mendapat respons positif. Dugaan pemblokiran kuat muncul saat awak media hendak melakukan konfirmasi mengenai sebuah temuan di lapangan setelah tidak adanya respon dari Manager. Pesan konfirmasi yang dikirimkan hanya menunjukkan indikator centang satu (tidak terkirim), padahal sebelumnya komunikasi awal menunjukkan indikator centang dua (terkirim).

Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di lingkungan Kebun Tanah Raja. Beberapa bulan lalu, awak media juga mengalami hal serupa saat mencoba membangun komunikasi dengan Asisten Kepala (Askep), Bayu Ginting. Kontak tersebut tiba-tiba terputus tanpa alasan yang jelas, diduga kuat karena diblokir.

Sikap tertutup dari jajaran manajemen Kebun Tanah Raja ini sangat disayangkan. Sebagai perusahaan publik atau entitas yang mengelola aset, pihak perkebunan seharusnya membuka ruang komunikasi yang transparan, bukan justru terkesan alergi terhadap kehadiran jurnalis yang menjalankan tugasnya sebagai kontrol sosial.

Hingga berita ini diturunkan, pihak wartawan masih kesulitan mendapatkan akses konfirmasi resmi dari pihak manajemen Kebun Tanah Raja akibat penutupan saluran komunikasi tersebut. Awak media berharap jajaran pimpinan atas bersedia memberikan klarifikasi demi perimbangan informasi yang objektif.  (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Markas Perjudian di Kota Baru yang Digrebek Jatanras Polda Sumut Kembali Beroperasi, Terduga Bandar Tantang Polisi

15 Mei 2026 - 12:50 WIB

Kapolresta Deli Serdang Kurang “Bergairah” Memberantas Perjudian yang Meresahkan Masyarakat, Butuh Dukungan Mabes Polri dan Polda Sumut

15 Mei 2026 - 11:26 WIB

Ketua Bobylovers Sumut Soroti Dugaan Monopoli Proyek Pengadaan Meubelair di Disdik Sumut

15 Mei 2026 - 01:56 WIB

HIMMAH Sumut Desak Evaluasi Kapolres dan Copot Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan Soal Dugaan Mafia BBM

13 Mei 2026 - 10:13 WIB

Polrestabes Medan Menang Praperadilan, Pemohon: “Tolong Pak Presiden dan Pak Habiburokhman, Kami Butuh Keadilan!”

12 Mei 2026 - 16:38 WIB

Trending di Berita