Menu

Mode Gelap
Dinas Pertanian Sergai Bantah Keterangan Dua Perangkat Desa Sei Nagalawan Terkait Proyek Dinas Pertanian Disebut Milik Mantan Kapolres. Berurai Airmata, Pencuri Uang Di Kabupaten Batubara Di Bebaskan Jaksa Setelah Dimaafkan Korbannya Ketua KORMI Sumut Daffasya Sinik Apresiasi Kehadiran Plt Bupati Langkat di Rakerprov, Fokus Dorong Sport Tourism di Kabupaten/Kota Se-Sumut Mubes Ke- V PSSAB Indonesia Berlangsung di Medan, Sudung Situmorang Berhasil Kembali Terpilih Sebagai Ketum Periode 2025 – 2031. Pemuda Muhammadiyah Sumut dorong PT. Agronusa Mitra Sejahtera utamakan putra-putri daerah dan laksanakan rekrutmen secara terbuka Diduga Ada Upaya Menggagalkan Aksi Damai di Rumah Dinas Kapolda Sumut, Sopir Sound System Mengaku Diancam Akan Ditangkap.

Nasional

Darurat Nasional: 1.167 Nyawa Melayang, Koalisi Jakarta Desak Status Bencana Nasional dan Copot Pejabat Gagal

badge-check


					Darurat Nasional: 1.167 Nyawa Melayang, Koalisi Jakarta Desak Status Bencana Nasional dan Copot Pejabat Gagal Perbesar

Media Indonesia | JAKARTA, 5 Januari 2026. Mengawali lembaran tahun 2026, Ibu Kota Jakarta langsung bergejolak. Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera (GHARIS) bersama Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta telah membangun koalisi 23 organisasi mahasiswa lintas daerah, pemuda dan Bem. Unjukrasa berpusat di Patung Kuda, mereka menggebrak pusat pemerintahan dalam aksi massa pertama di tahun ini. Aksi ini merupakan respons atas tragedi kemanusiaan yang merenggut 1.167 nyawa akibat bencana banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Aksi ini telah dikonfirmasi oleh otoritas keamanan dan menjadi sorotan media utama. Mengutip pemberitaan Kompas, pihak kepolisian telah menyiagakan sejumlah 871 personel.
“Aksi unjuk rasa dari Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera,” ujar Kasi Humas Polres Jakarta Pusat, Iptu Erlin Sumantri (Senin, 5/1/2026).

Koalisi menegaskan bahwa ribuan nyawa yang melayang di Sumatra adalah korban dari Bencana Antropogenik, bencana yang dipicu oleh tangan manusia melalui kebijakan industri ekstraktif yang merusak hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Koalisi mengecam keras narasi pemerintah yang ingin terus mengembangkan lahan sawit yang menggerus hutan.

“Negara tidak peka, ada yang menyalahkan hujan, ada yang bilang mencekam di media sosial, ada yang menyinggung peran mahasiswa, ada bahasa sabotase hingga biadab bagi pencabut baut yang tidak di ketahui siapa dan lainya. Ini adalah kejahatan ekologis dan pengabaian kemanusiaan yang nyata,” tegas Simanjuntak, Ketua Umum GHARIS sekaligus Koordinator Aksi saat orasi di patung Kuda (Senin, 5/1/2026).

*Tuntutan “Bersihkan Kabinet” dari Pejabat Inkompeten*
Dalam orasinya di Patung Kuda, Koalisi Jakarta secara spesifik mendesak Presiden untuk segera memecat pejabat yang dianggap gagal dan tidak memiliki sense of crisis, di antaranya:
1. Mendagri Tito Karnavian dinilai meremehkan kepastian hukum tata kelola darurat bencana .
2. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dikritik keras karena lebih memilih dinas ke Rote saat Sumatra dalam kondisi darurat dan mendukung sikap DPR diminta Menhut untuk mundur.
3. Zulkifli Hasan, bertanggung jawab atas kebijakan pelepasan kawasan hutan masa lalu dan hadir seolah pahlawan.
4. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dituding mengelak dengan menyalahkan curah hujan dan membohongi presiden tekait 97% listrik siap dinyalakan.
5. Kepala BNPB dinilai gagal dalam koordinasi manajemen bencana di lapangan dan lamban.
6. Pejabat lainnya termasuk dari unsur TNI dan BGN yang dinilai menciptakan polemik dan potensi fitnah di tengah penderitaan rakyat.

*Manifesto Persatuan*
Meskipun duka terdalam dirasakan di Sumatra, aksi ini didukung oleh mahasiswa dari Banten, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Hal ini dilakukan untuk meneguhkan semangat kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan membuktikan bahwa ketidakadilan terhadap satu daerah adalah luka bagi seluruh bangsa.

“Kami berdiri di sini untuk memastikan bahwa Sumatera tidak sendirian. Fokus kita adalah musuh bersama, kebijakan yang merusak alam dan mengabaikan nyawa rakyat!” seru Deri Ardiansyah, Ketua Umum HMB Jakarta.

Lebih lanjut Ketum GHARIS Jakarta, Rafi Ammar menyatakan dugaan kuat musibah ini bisa di susul daerah lain.

“Sekarang Sumatera, tapi mungkin besok bisa saja Kalimantan, Papua dan wilayah lainnya. Kita generasi muda tidak mau warisan kekacauan”, Pungkasnya.

*6 Maklumat Tuntutan Koalisi:*
1. Deklarasikan Status Bencana Nasional segera.
2. Moratorium Total izin industri di seluruh hulu DAS Indonesia.
3. Pecat Pejabat Inkompeten yang terdaftar dalam tuntutan koalisi.
4. Permintaan Maaf Terbuka dari Presiden atas kegagalan kebijakan ekologis.
5. Restorasi Lingkungan sebagai langkah jangka panjang pencegahan bencana.
Aksi hari ini ditutup dengan penggalangan dana kemanusiaan di kawasan Patung Kuda sebagai bentuk solidaritas nyata mahasiswa bagi para korban di Sumatera.

BARISAN SOLIDARITAS: DPP GHARIS, GHARIS Jakarta, HMB Jakarta, DPP Himakotas, IMT Ciputat, KMM Ciputat (Minangkabau), IMPP Jakarta, KPMDB (Brebes), KBM Galuh Jaya, KM Jambi UIN, Forum Mahasiswa Lamongan, Ikatan Mahasiswa Gresik, PM Kalsel, PM Bekasi, PM Indramayu, Dedikasi Riung Mahasiswa Garut, Permala Jakarta, Himasultra Jakarta, HUPI dan Silaturahmi Mahasiswa Sumatera Selatan (SIMS), Keluarga Mahasiswa Sunan Gunung Djati (KMSGD) dan BEM STIAMI. (Septian Hernanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Berurai Airmata, Pencuri Uang Di Kabupaten Batubara Di Bebaskan Jaksa Setelah Dimaafkan Korbannya

20 Juli 2026 - 09:53 WIB

Seorang Ayah Di Kabupaten Serdang Bedagai Maafkan Perbuatan Anaknya Dengan Tulus, Demi Keutuhan Hubungan Keluarga, Jaksa Selesaikan Perkara KDRT Melalui Restoratif Justice

17 Juli 2026 - 04:33 WIB

Sidang Gugatan Ahli waris Kakek Sapon dugaan Korban Tipu Muslihat, Kebohongan serta Penipuan atas Jual Beli Tanah antara Alm. Sapon dengan M. Hidayah dengan agenda sidang pembuktian yaitu Saksi Tergugat II.

16 Juli 2026 - 17:09 WIB

PT PHPO Belawan Tanam 1000 Bibit Mangrove di Danau Siombak

16 Juli 2026 - 05:59 WIB

Sidang Gugatan Aliwaris Kakek Sapon Korban Penipuan Jual Beli Tanah Memasuki Penghadirkan Saksi Tergugat.

16 Juli 2026 - 03:33 WIB

Trending di Nasional