Menu

Mode Gelap
CYEA: Kepemimpinan Darmawan Prasodjo dan Yusuf Didi Setiarto Menjadi Momentum Penguatan Transformasi PLN dan Agenda Energi Nasional Sorotan K3 di Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1: Pekerja Tanpa APD Lengkap Hingga Dugaan Pelibatan Anak Dibawah Umur. Dugaan Pembiaran TBM di PTPN IV Regional 2 Kebun Melati yang Terlihat Tak Terawat, Anggaran Perawatan Dipertanyakan. GMNI Medan Gelar Aksi di DPRD, Soroti “Indonesia Krisis Kebijakan” dan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan. DPP LSM GEMPUR Desak Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun.

News

DANA BANTUAN TANGGAP DARURAT PUSAT 4 MILYAR, RUPIAH SAMPAI SAAT INI BELUM DI SALURKAN, MASYARAKAT CURIGA DANANYA SUDAH DI ALIH PUNGSIKAN.

badge-check


					DANA BANTUAN TANGGAP DARURAT PUSAT 4 MILYAR, RUPIAH SAMPAI SAAT INI BELUM DI SALURKAN, MASYARAKAT CURIGA DANANYA SUDAH DI ALIH PUNGSIKAN. Perbesar

Subulussalam,Aceh||Media Indonesia Dana tanggap darurat dari pusat yang disalurkan baru–baru untuk Pemerintah Kota (Pemko) Subulusalam, Aceh, sampai saat ini belum disalurkan dilaksanakan, Padahal, Bappeda telah menyurati lima dinas terkait sebelum bulan Desember 2025 berakhir.

Adapun rincian alokasi dana per dinas adalah sebagai berikut:

1. Dinas Pekerjaan Umum (PU): 1 Milyar Rupiah

2. Dinas Pendidikan: 1 Milyar Rupiah

3. Dinas Syariat Islam: 300 Juta Rupiah

4. Dinas Kesehatan: 200 Juta Rupiah

5. Dinas Sosial: belum dapat 6.dinas bencana

Tiga dinas saat dihubungi awak media melalui nomor HP tidak aktip. Masyarakat Subulusalam mengajukan pertanyaan: apakah cara penyaluran dana tersebut sudah sesuai dengan peraturan dan juknis, mengingat dana senilai 4 Milyar Rupiah ini merupakan dana tanggap darurat, bukan dana pemulihan.

Saat dikonfirmasi, tiga dinas memberikan tanggapan sebagai berikut:

– Dinas Syariat Islam: Alokasi dana 300 Juta Rupiah sudah melakukan mengadakan membeli ambal untuk membantu mesjid yang terdampak bencana. Pembelian dilakukan melalui pihak ketiga (rekanan).

Rekanan yang dimaksud mengaku memang ditunjuk untuk membeli ambal, namun menyatakan bahwa ia mendapatkan informasi dari seseorang dan telah membayar uang sebesar 20 Juta Rupiah kepada oknum tertentu.

Rekanan meminta agar namanya dirahasiakan. Baru-baru ini, rekanan tersebut mengurus proses pencairan dana untuk kegiatan pembelian ambal, namun ternyata menurut bendahara dinas, anggaran belum masuk dan kemungkinan pada bulan April mendatang kata rekan menirukan yang disampaikan bendara dinas,

Hal ini membuat rekanan kesal karena menurutnya dana tanggap darurat seharusnya sudah tersedia. Kepala Dinas Syariat Islam mengatakan bahwa administrasi penarikan dana sudah dilakukan, namun menurut bagian keuangan, server keuangan masih terkunci.

Dinas Kesehatan: Kepala Dinas (Kadis) Munawarah mengatakan telah menerima surat dari Bappeda untuk menemui bagian pengadaan barang dan jasa. Namun, karena berada di akhir tahun, ia tidak melaksanakan proses tersebut karena khawatir tidak dapat diselesaikan tepat waktu sementara ada banyak hal yang perlu disiapkan untuk penggunaan dana 200 Juta Rupiah. Sampai saat ini, dana tersebut masih berada di kas keuangan daerah.

 

Dinas PU: Pejabat Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Subulusalam mengatakan bahwa alokasi dana 1 Milyar Rupiah yang berada di bawah pengelolaannya digunakan untuk pembangunan sumur bor,namun, masyarakat mengeluhkan bahwa hingga 80 persen sumur bor yang dibangun tidak berfungsi. “Ini namanya program abal-abal asal ada,” ujar salah satu masyarakat.

 

Masyarakat Subulusalam menyatakan bahwa penyaluran dana tanggap darurat ini terkesan dijadikan proyek dengan penunjukan langsung. Selain itu, ada dugaan bahwa dana senilai 4 Milyar Rupiah sudah digunakan ke lain tempat,atau dialih pungsikan kata sumber,yang tidak mau disebutkan namanya

 

Di duga keterlibatan oknum Aparat Penegak hukum (APH) yang membekinginya. Kondisi ini menyebabkan berbagai permasalahan di Pemko Subulusalam seperti dugaan penyalahgunaan anggaran dan korupsi yang seolah tidak mendapatkan perhatian.

 

Masyarakat Subulusalam minta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk segera turun tangan melakukan audit terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran dan korupsi yang terjadi di Kota Subulusalam.

||IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan.

17 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

11 Juni 2026 - 15:03 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Akibat Mati Lampu, Pasangan Suami Istri Tewas setelah Nekat Tidur di Dalam Mobil

5 Juni 2026 - 11:35 WIB

Daerah Medan Utara Marak Kasus Kejahatan Dipicu Bebasnya Praktik Perjudian dan Peredaran Narkoba

29 Mei 2026 - 02:21 WIB

Trending di News