Aceh,Subulusalam-Media Indonesia-2025 Bantuan pembangunan tangki septik skala individual tahun 2024 kepada masyarakat miskin di kecamatan penanggalan,desa Kuta tengah,sampai saat ini terbengkalai,saat awak media mitra sergab turun kelapangan,terlihat yang dikerjakan hanya sebatas menanam tong tempat buang hajat saja.
Miris memang ,sumber Dana Alokasi Khusus [ DAK ]Kota Subulussalam tahun 2024 hingga kini terbengkalai, dan diduga dikerjakan asal jadi padahal sudah masuk pertengahan tahun 2025,pengerjaan diduga ada baru dikerjakan sebatas menanam tong penampung hayat saja, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 pagu Rp 600 juta rupiah.
Saat Media Indonesia” kompirmasi kepada kadis PUPR kota Subulusalam menjelaskan kan,bahwa pengerjaan mck bantuan it sepenuh diserahkan kedesa melalui [ KSM ] Kelompok Swadaya Masyarakat, jadi semua pengerjaan,penarikan KSM yang melakukan kata kadis PU Alhadin
Informasi yang diperoleh media Media Indonesia,lambatnya pengerjaan tersebut, alasan karena terkendala dana penarikan tahap tiga yang belum dicairkan sampai sekarang. Sehingga pengerjaan nya tersendat, masyarakat penerima belum dapat merasakan manfaat bantuan dari Pemerintah itu.
PPTK dari Dinas PUPR Kota Subulussalam, Ari dikonfirmasi media Indonesia mengatakan proses penarikan Tahap tiga pekerjaan tersebut belum dicairkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Subulussalam diminta aktif mengawasi pembangunan tangki septik skala individual.
Proyek pembangunan tangki septik skala individual tersebut bersumber dari APBD Tahun 2024,di kecamatan penanggalan ,desa Kuta tengah diduga ada yang baru dikerjakan 50 persen,sementara anggaran yang sudah ditarik mencapai 70 persen.
Karena ini dana hibah bantuan untuk orang miskin,diminta kepada APH untuk memanggil dan memeriksa KSM desa kenapa bisa terbengkalai sementara dana sudah ditarik 70 persen,ini sudah jelas bermasalah,kasihan masyarakat miskin yang membutuhkan mck ,mereka juga berhak buang hayat dengan tenang tidak harus pakai WC terbang.S
ebagai kontrol sosial Media Indonesia langsung turun kelapangan hasil temuan ,dalam kecamatan penanggalan,desa Kuta tengahpekerjaan bantuan mck untuk masyarakat miskin terbengkalai
Informasi yang kita terima dari masyarakat pelaksana pekerjaan tersebut dikerjakan oleh seseorang oknum anggota dewan, yang paling anehnya lagi swakelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) memang dibentuk tapi sama sekali tidak dipungsikan hanya formalitas saja.bahkan beberapa kepala desa yang dapat bantuan mck didesanya merasa kesal.
Bahkan kalau ada rapat- rapat masalah mck itu saya tidak libatkan ujar kepala desa tersebut kesal.
Kepala Dinas PUPR Subulussalam, Ir.Alhaddin menyebutkan Progres penarikan dana pada pekerjaan tersebut baru dilakukan untuk tahap ke dua.
Dia menjelaskan saat pengajuan penarikan anggaran tahap tiga uang tidak ada dan kalau memang tidak sesuai rap nanti tidak akan di PHO ujar alhadin.
Kita telah cek ke lokasi dan bertemu dengan beberapa warga sebagai penerima manfaat
Tahun anggaran 2024 berakhir pekerjaan belum selesai, hendaknya APH benar-benar menindak lanjuti temuan ini, masyarakat pemko mengharap sangat kepada Kejari dan polres benar-benar bekerja propesional.
Pewarta;IP