Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Nasional

Puluhan Siswa Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Ini Penyebabnya.

badge-check

Puluhan Siswa Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Ini Penyebabnya. Perbesar

MENGUNDURKAN DIRI – Sekolah Rakyat di Desa Tandem Hilir 1 Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Saat ini banyak siswa mundur tak tahan tinggal di Sekolah Rakyat.

LUBUK PAKAM // Mediaindonesia.org – Puluhan siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Deli Serdang dilaporkan mundur setelah beberapa minggu menjalani masa pendidikan.

Dinsos Kabupaten Deli Serdang mencatat berbagai hal menjadi penyebab mengapa para siswa mundur dari sekolah ini. Meski semua biaya hidup digratiskan namun ada siswa yang rela untuk keluar karena tak kerasan.

“Ya kita tanya ada yang memang nggak bisa nggak dekat sama orang tua ada juga yang malah orang tuanya jemput karena nggak bisa jauh sama anaknya. Ada sekitar 20 orang juga itu yang sudah keluar sampai sekarang,” ujar Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang, Khairuddin Hariman Siregar, Selasa (15/9/2026).

Tidak hanya itu, Khairuddin yang akrab disapa Rudi ini juga bilang faktor teman di kampung juga turut menjadi alasan mengapa ada yang akhirnya keluar dari sekolah. Tidak hanya SD, di semua jenjang termasuk SMP dan SMA juga terjadi hal yang sama. Kursi yang sudah kosong akan segera dicari penggantinya.

“Ini saya mau ke Hamparan Perak ini (ke Sekolah Rakyat) cek pengganti. Ya kan ada cadangan juga dan mau dibuat rapat pleno. Untuk penggantinya ini akan diplenokan bersama BPS, Kemensos, Inspektorat dan Dinsos Provinsi,” kata Rudi.

Rudi menambahkan untuk pengganti yang sudah keluar akan dicari dari aplikasi SETARA Kemensos. Dari aplikasi itu disebut nampak berapa banyak jangkauan anak. Untuk yang bisa masuk di Sekolah Rakyat ini diutamakan atau dipriotitaskan buat mereka yang berada di Desil 1 dan 2.

Meski terbangun megah namun lokasi SR di Kabupaten Deli Serdang di bangun di daerah

Kawasan Desa Tandem Hilir 1 Kecamatan Hamparan Perak. Lokasinya jauh dari ibukota Kabupaten di Lubuk Pakam. Terhitung sampai saat ini baru sekitar 50 hari siswa berkumpul dan berada di lokasi sekolah.

Para siswa mulai berkegiatan di lokasi ini pada 30 Juli lalu. Mereka masuk lebih lama dari siswa-siswa di sekolah lain. Hal ini lantaran gedung yang dibangun saat awal masuk ajaran tahun baru belum rampung keseluruhan. (RED/ST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

PT PHPO Belawan Bantu Donasi ke Yayasan Buddha Tzu Chi

29 Okt 2026 - 11:09 WIB

PT PHPO Belawan Bantu Donasi ke Yayasan Buddha Tzu Chi

Perumda Tirtanadi Gelar Sosialisasi Penyesuaian Tarif di Dua Kabupaten Sumatera Utara

29 Okt 2026 - 06:53 WIB

Perumda Tirtanadi Gelar Sosialisasi Penyesuaian Tarif di Dua Kabupaten Sumatera Utara

MENYIKAPI SURAT KE 8 INSTANSI NEGARA: PH RIKI AGASI UNGKAP FAKTA MENANG PRAPERADILAN TAPI MOTOR MASIH DIKUASAI DAN PERNAH DITAHAN 44 HARI TIDAK SAH

29 Okt 2026 - 06:07 WIB

MENYIKAPI SURAT KE 8 INSTANSI NEGARA: PH RIKI AGASI UNGKAP FAKTA MENANG PRAPERADILAN TAPI MOTOR MASIH DIKUASAI DAN PERNAH DITAHAN 44 HARI TIDAK SAH

DPW IMO Sumut Silaturahmi ke PB Pendawa Indonesia, H Ruslan Diminta Jadi Dewan Pembina

29 Okt 2026 - 05:05 WIB

DPW IMO Sumut Silaturahmi ke PB Pendawa Indonesia, H Ruslan Diminta Jadi Dewan Pembina

Kecelakaan di Depan RS Efarina Berastagi, Parkir Liar Disorot

28 Okt 2026 - 15:35 WIB

Kecelakaan di Depan RS Efarina Berastagi, Parkir Liar Disorot
Trending di Nasional