Menu

Mode Gelap
Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1 Jadi Sorotan, Karena Diduga Gunakan Pekerja Informal dan Anak Dibawah Umur, Mendesak Pihak Management Tegakkan Regulasi K3. Anggota DPRD Sumut Partai Nasdem Terseret Dugaan Prostitusi, LKK Sumut: Jangan Kotori Marwah Umat dan DPRD Sumut! PC HIMMAH Medan Dukung Penuh Kota Medan Jadi Tuan Rumah Rakernas APEKSI XVIII Tahun 2026 Viral Pemberitaan Masalah Bansos di Facebook, Pemdes Mangga Dua Diduga Intimidasi Warga Miskin, Tuai Sorotan. Sidang Praperadilan Ilyas Sitaba Melawan Kejaksaan dan Polres Gowa, Termohon Diduga Keliru Memasukkan Nama. Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan Kasus Pencurian Sawit di Asahan, Dugaan Prosedur yang Cacat Hukum

Berita

Kerusakan Jembatan di Jalan Produksi Kebun Tanah Raja Diduga Akibat Aktivitas Pihak Luar dan Perbaikan Dinilai Asal Jadi.

badge-check


					Kerusakan Jembatan di Jalan Produksi Kebun Tanah Raja Diduga Akibat Aktivitas Pihak Luar dan Perbaikan Dinilai Asal Jadi. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Infrastruktur jembatan pada jalan produksi milik PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja mengalami kerusakan parah hingga ambrol separuh badan jembatan. Kerusakan jembatan vital ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas kegiatan pihak luar, bukan dari operasional internal pihak Kebun Tanah Raja. Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi pada Kamis (07/05/2026), kondisi jembatan tersebut kini memang terlihat sudah mendapatkan upaya perbaikan. Namun, proses perbaikan yang dilakukan diduga kuat dikerjakan secara asal-jadi dan tidak sesuai dengan standar teknis keselamatan infrastruktur, Sabtu (09/05/2026).

Karena pihak pelaksana perbaikan hanya menimpakan coran semen segar di atas struktur jembatan yang rusak. Penggunaan besi tulangan pengikat di dalam coran tersebut juga tidak dapat dipastikan keberadaannya. Ironisnya, bagian bawah jembatan menunjukkan fakta bahwa struktur bangunan yang runtuh dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan menyeluruh pada pondasi utama, lalu langsung ditutupi dengan lapisan coran semen baru dari atas.

Metode pengerjaan seperti ini memicu keraguan besar mengenai kekuatan structural dan daya tahan jangka panjang jembatan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan, baik dari sisi materiil anggaran maupun penurunan fungsi operasional jalan produksi secara fungsional. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada jajaran manajemen Kebun Tanah Raja masih menemui jalan buntu.

Manajer Kebun Tanah Raja (Djoel Irwin): Akses komunikasi via WhatsApp diduga diblokir. Pesan perkenalan diri dan permohonan izin menghadap dari awak media awalnya berstatus centang dua (terkirim), namun berubah menjadi centang satu saat materi konfirmasi akan dikirimkan.

Sementara itu bagian Humas Kebun Tanah Raja (Wagimin): Tidak memberikan respon atau jawaban sama sekali, meskipun pesan konfirmasi yang dikirimkan telah berstatus centang biru (sudah dibaca).

Melihat adanya kejanggalan dalam metode perbaikan serta tertutupnya pihak manajemen kebun, pihak-pihak terkait—khususnya Manajemen PTPN IV Regional 1 tingkat atas—diharapkan segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Manajemen dituntut bertindak tegas dengan memberikan sanksi administratif maupun hukum bagi oknum yang bersalah dan terlibat dalam pembiaran kerusakan serta pengerjaan proyek yang diduga asal-jadi ini.  (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1 Jadi Sorotan, Karena Diduga Gunakan Pekerja Informal dan Anak Dibawah Umur, Mendesak Pihak Management Tegakkan Regulasi K3.

24 Juni 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPRD Sumut Partai Nasdem Terseret Dugaan Prostitusi, LKK Sumut: Jangan Kotori Marwah Umat dan DPRD Sumut!

24 Juni 2026 - 11:23 WIB

PC HIMMAH Medan Dukung Penuh Kota Medan Jadi Tuan Rumah Rakernas APEKSI XVIII Tahun 2026

23 Juni 2026 - 18:06 WIB

Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan Kasus Pencurian Sawit di Asahan, Dugaan Prosedur yang Cacat Hukum

23 Juni 2026 - 09:27 WIB

Pasutri Miskin Desa Mangga Dua Tidak Pernah Terima Bantuan dari Pemerintah, Harapkan Perhatian dari Pemerintah.

22 Juni 2026 - 17:51 WIB

Trending di Berita