Subulussalam,Aceh||MediaIndoneia_ PT Laot Bangko bersama Pemerintah Kota Subulussalam resmi meluncurkan program kebun plasma yang mencakup tiga desa, yakni Desa Singgersing, Namo Buaya, dan Batu Napal di Kecamatan Sultan Daulat. Program ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam merealisasikan kewajiban kemitraan dengan masyarakat sekitar wilayah operasionalnya.
Kegiatan launching ditandai dengan penyerahan sertifikat serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis antara manajemen PT Laot Bangko yang diwakili Manager kebun Asnadi, S.P, dengan pengurus koperasi dari tiga desa, serta Wali Kota Subulussalam, H. Rasyid Bancin. Acara tersebut berlangsung di Pendopo Wali Kota Subulussalam pada Jumat, 17 April 2026.
Dalam sambutannya, pihak manajemen PT Laot Bangko menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus mendorong pembangunan dan pengelolaan kebun plasma sebagai bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat.
“Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan, pemerintah, dan petani plasma,” ujar Asnadi.
Program kebun plasma ini akan dikelola melalui sistem plasma manage, yakni skema di mana perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan kebun selama satu siklus umur tanaman. Tahapan tersebut meliputi pembukaan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen.
Dengan sistem ini, diharapkan pengelolaan kebun dapat berjalan lebih optimal dan produktif, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Selain meningkatkan pendapatan warga, kehadiran kebun plasma juga diproyeksikan mampu meminimalisir konflik lahan, khususnya di wilayah Hak Guna Usaha (HGU), serta membangun pola kemitraan yang lebih transparan dan berkeadilan.
Pemerintah Kota Subulussalam menyambut baik inisiatif ini dan berharap program tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam menciptakan stabilitas sosial di kawasan perkebunan.
Ke depan, sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna memastikan program kebun plasma berjalan sesuai harapan dan memberi manfaat jangka panjang bagi seluruh pihak.
Pewarta| IPONG
MediaIndonesia







