Menu ✖

Mode Gelap
Soroti Legalitas Ternak Ayam di Paya Bagas, Tiga Pejabat Sergai Kompak Bungkam. Dugaan Pembiaran Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBUN Tanjung Beringin, Publik Desak Polda Sumut Turun Tangan. Koordinator Bidang Pidana Khusus Wakili Kajati Sumut Pada Kegiatan Pelantikan Dan Pengukuhan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Utara Wakajatisu Eko Adhyaksono Sebagai Penguji Pada Seminar Hasil Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Di BPSDM Provinsi Sumut ” Orangtua Siswa Keracunan MBG Di Karo Kirim Pesan Ke Wapres RI Lewat Papan Bunga Di Tugu Perjuangan Berastagi” Dari Ketikan Iseng Menjadi Portofolio Nyata: Kisah Arjun Abdi Hutagalung Raup Ratusan Juta dari Menulis

Headline

Wartawan Layangkan Surat Resmi Permohonan Hasil Lab Sesuai Arahan DLH Sergai, Namun Belum Juga Diberikan.

badge-check


					Wartawan Layangkan Surat Resmi Permohonan Hasil Lab Sesuai Arahan DLH Sergai, Namun Belum Juga Diberikan. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kembali menuai sorotan publik, khususnya dari kalangan wartawan dan masyarakat Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu. Hingga delapan hari kerja berlalu, DLH Sergai dinilai memperlambat transparansi informasi dengan belum memberikan hasil uji laboratorium terkait dugaan pencemaran limbah cair dari kilang ubi yang menyebabkan ribuan ikan mati massal di Sungai Liberia, Senin (02/03/2026).

Sebelumnya, pihak DLH Sergai disinyalir sempat meminta wartawan untuk membuat surat resmi terkait permintaan hasil lab tersebut guna melengkapi prosedur. Namun, meskipun surat telah dilayangkan pada hari Kamis, 19 Februari 2026, hasil uji laboratorium yang kabarnya sudah keluar tidak kunjung diberikan/dipublikasikan.

Masyarakat Desa Liberia dan awak media merasa kecewa dan mencium adanya indikasi “skenario” penutupan kasus. “Kami menuntut transparansi dari DLH Sergai. Hasil lab harus segera dibuka ke publik untuk memberi kepastian hukum, bukan justru didiamkan. Ikan-ikan ribuan mati massal, sungai bau, tapi tindak lanjut lamban, “ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.”

Kadis Lingkungan Hidup Sergai, Reza Firmansyah, sebelumnya juga dilaporkan bungkam saat dikonfirmasi terkait awak Media sudah layangkan surat resmi untuk menerima/mengetahui hasil laboratorium terkait temuan ikan mati di sungai Desa Liberia, sesuai arahan DLH Sergai, melalui Boy R Sihombing Kabid PKPLH Sergai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Sergai belum memberikan keterangan resmi mengapa hasil lab yang krusial tersebut belum diumumkan kepada publik. Publik berharap integritas DLH Sergai tidak dipertaruhkan dalam kasus dugaan pencemaran limbah industri kilang ubi ini. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puluhan Siswa Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Ini Penyebabnya.

18 September 2026 - 05:45 WIB

KKN Kelompok 1 UNIVA Medan Bersama Warga Pasang Plang Dusun dan Desa di Karang Tengah

1 September 2026 - 06:28 WIB

PN Jaksel Dikepung Massa, Praperadilan Febrie Jadi Sorotan: “Jangan Ada Karpet Merah!”

24 Agustus 2026 - 05:37 WIB

5 Kios di Desa Helvetia di Lalap Sijago Merah

6 Agustus 2026 - 03:05 WIB

Ketua KORMI Sumut Daffasya Sinik Apresiasi Kehadiran Plt Bupati Langkat di Rakerprov, Fokus Dorong Sport Tourism di Kabupaten/Kota Se-Sumut

19 Juli 2026 - 14:14 WIB

Trending di Headline