Menu

Mode Gelap
CYEA: Kepemimpinan Darmawan Prasodjo dan Yusuf Didi Setiarto Menjadi Momentum Penguatan Transformasi PLN dan Agenda Energi Nasional Sorotan K3 di Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1: Pekerja Tanpa APD Lengkap Hingga Dugaan Pelibatan Anak Dibawah Umur. Dugaan Pembiaran TBM di PTPN IV Regional 2 Kebun Melati yang Terlihat Tak Terawat, Anggaran Perawatan Dipertanyakan. GMNI Medan Gelar Aksi di DPRD, Soroti “Indonesia Krisis Kebijakan” dan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan. DPP LSM GEMPUR Desak Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun.

News

Kecamatan Simpang Kiri: Jejak Tua, Wajah Lama, Harapan Baru “PPPK Semangat Bersih-Bersih”

badge-check


					Kecamatan Simpang Kiri: Jejak Tua, Wajah Lama, Harapan Baru “PPPK Semangat Bersih-Bersih” Perbesar

Subulussalam,Aceh||MediaIndonesia  Di Kota Subulussalam, semua jalan kenangan kerap berujung ke Simpang Kiri. Kecamatan ini bukan sekadar wilayah administratif, melainkan titik mula sejarah kota yang kini berusia hampir dua dekade. Dari sinilah dulu roda pemerintahan kecil digerakkan, ketika Subulussalam masih berada di bawah Kabupaten Aceh Singkil.

Kantor Camat Simpang Kiri menjadi salah satu penanda usia kota. Bangunannya kini renta: dimakan rayap, atap berlumut, lantai retak, kusen jendela dan pintu lapuk. Namun justru dari kantor inilah pelayanan publik pernah berakar. Dinding-dinding tua itu menyimpan gema musyawarah desa, rapat pembangunan, hingga kisah suka duka aparatur pemerintah. Sebuah bangunan yang lebih mirip museum administrasi ketimbang pusat pelayanan masyarakat modern.

Meski begitu, Simpang Kiri bukan hanya kenangan. Ia adalah wajah lama Subulussalam yang sering luput dari perhatian. Jalan yang rusak, ruang publik yang seadanya, serta fasilitas pemerintahan yang jauh dari kata layak. Ironisnya, dari kecamatan tua ini lahir banyak generasi emas: pejabat birokrasi, pemimpin daerah, hingga cendekiawan yang pernah membawa nama harum Subulussalam. Dari jumlah pemilih yang mencapai lebih dari 26 ribu jiwa, Simpang Kiri bahkan berhasil mengutus lima kursi DPRK.

Sejarah panjang, kontribusi besar, tapi wajahnya tetap lusuh.

Hari ini, sebuah babak kecil mulai ditulis. PPPK—pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang baru dilantik—memilih Jumat berkah untuk bergotong royong di kantor Camat Simpang Kiri. Dipimpin Sekretaris Camat, Mustakin, S.Pd, para abdi negara muda itu membersihkan halaman, mengangkat kursi lapuk, merapikan ruangan, hingga menyingkirkan sisa-sisa rayap. Aksi sederhana, tapi sarat makna: sejarah tidak boleh dibiarkan pudar.

 

Gotong royong ini bukan sekadar bersih-bersih. Ia adalah simbol semangat baru, pesan moral bahwa Simpang Kiri tak boleh hanya jadi catatan kaki dalam sejarah Subulussalam. Semua pihak—masyarakat, tokoh adat, pemuda, hingga para legislator—perlu terlibat membangun kembali wajah kecamatan tertua ini.

 

Para budayawan dan cendekiawan menaruh harapan besar. Mereka ingin pemimpin masa depan menjadikan Kantor Camat Simpang Kiri sebagai cermin pelayanan publik terbaik. Bukan lagi gedung rapuh yang menunggu roboh, melainkan simbol kebanggaan dan ikon kota.

 

Apresiasi pun datang dari masyarakat. Anton, Pimpinan LSM Suara Putra Aceh Kota, mengaku bangga melihat semangat gotong royong PPPK yang baru dilantik itu. “Alhamdulillah, kita bangga melihat PPPK mau turun langsung membersihkan kantor kecamatan, apalagi Sekretaris Kecamatan terus memotivasi mereka untuk mencintai lingkungan kerjanya. Ini langkah awal yang baik,” ujar Anton.

 

Harapannya, Simpang Kiri benar-benar bangkit. Bukan hanya sebagai wajah lama dengan kenangan, melainkan sebagai rumah pelayanan publik terbaik, tempat generasi emas mengabdi dengan dedikasi dan kepedulian.

 

“Bangkitlah Kecamatan Simpang Kiri ke arah yang lebih baik. Inilah generasi emas yang mampu melayani kebutuhan publik dengan hati,” tutup Anton. //IPONG**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan.

17 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

11 Juni 2026 - 15:03 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Akibat Mati Lampu, Pasangan Suami Istri Tewas setelah Nekat Tidur di Dalam Mobil

5 Juni 2026 - 11:35 WIB

Daerah Medan Utara Marak Kasus Kejahatan Dipicu Bebasnya Praktik Perjudian dan Peredaran Narkoba

29 Mei 2026 - 02:21 WIB

Trending di News