Menu

Mode Gelap
*Forkopimda Tanjungbalai, Asahan dan Batubara Apresiasi Pengungkapan Narkoba oleh Polda Sumut* *Satres Narkoba Polres Madina Ringkus 3 Pria Pesta Sabu di Panyabungan Jae* Pangdam I/BB dan Forkopimda Sambut Kedatangan Wapres Gibran di Medan Polsek Tigabinanga Ajak Warga Lawan Stunting dan Kekerasan dalam Rumah Tangga Komplek MAN 2 Pegayo Butuh Satpam dan CCTV, Anggaran BOS Harusnya Sesuai Kebutuhan Terkait Pemberitaan Arusma Pakpahan di Media Online dan LSM Pakar, Jose Simamora : “Itu Berita Fitnah dan Keji”

News

Mobil Dinas DPRK &SKPK Subulussalam Di Buat plat Hitam Diduga Bermodus Bon Bodong untuk BBM Bersubsidi 

badge-check


					Mobil Dinas DPRK &SKPK Subulussalam Di Buat plat Hitam Diduga Bermodus Bon Bodong untuk BBM Bersubsidi  Perbesar

 

Subulussalam,Aceh||MediaIndonesia Praktik manipulasi penggunaan BBM mobil dinas di Kota Subulussalam mencuat ke permukaan. Mobil dinas DPRK dan pimpinan SKPK diduga mengakali regulasi dengan modus “Bon Faktur Bodong” dari SPBU.

Demi menyamarkan konsumsi BBM bersubsidi yang seharusnya dilarang untuk mobil dinas plat merah,dan ada beberapa mobil dinas dprk plat nya dibuat semua hitam, puplik harus tau keberadaan mobil-mobil dinas dpr kemana dan dimana karena mobil tersebut sudah disamarkan jadi plat hitam

Menurut regulasi resmi, mobil dinas pemerintah dengan plat merah wajib menggunakan Pertamax atau Dexlite/Solar non-subsidi. Namun, pantauan awak media SPBU di Kota Subulussalam memperlihatkan hal berbeda:

Mobil dinas dengan plat merah kerap diisi Pertalite yang merupakan BBM bersubsi,dengan cara menggantikan plat merah dengan plat hitam

Beberapa unit bahkan menggunakan plat hitam samaran saat mengisi BBM untuk menghindari deteksi.

Seorang manajer SPBU—yang meminta identitasnya dirahasiakan—mengakui adanya permintaan khusus dari oknum pejabat.

> “Mereka minta bon seolah-olah mengisi Pertamax atau Dexlite, padahal yang masuk ke tangki itu Pertalite,” ujarnya.

Praktik ini diduga menggelembungkan laporan operasional kendaraan dinas sekaligus merugikan negara karena subsidi BBM seharusnya hanya untuk masyarakat yang berhak.

Tak hanya soal regulasi, publik juga mempertanyakan:

1. Apakah kendaraan dinas tersebut masih terdaftar resmi atau sudah disalahgunakan menjadi aset pribadi?

2. Mengapa ada indikasi perubahan plat nomor dari merah ke hitam saat pengisian BBM? Dan dimana mobil- mobil dinas dpr….?? Sementara biaya oprasional dan bbm terus dianggarkan.

3. Siapa yang mengawasi kebenaran laporan penggunaan BBM di lingkungan Pemko Subulussalam?

Aktivis anti-korupsi lokal menilai, Aparat Penegak Hukum (APH) perlu segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan ini.

> “Kalau dibiarkan, ini bukan hanya soal pelanggaran aturan BBM, tapi juga mentalitas pejabat yang memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi,” tegas salah satu pegiat anti Korupsi dari LSM Suara Putra Aceh Subulussalam.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi transparansi dan integritas pengelolaan fasilitas negara di Kota Subulussalam. Publik kini menanti langkah nyata dari Inspektorat, BPK, hingga aparat hukum untuk membongkar dan menindak pelaku tanpa pandang bulu..

 

Pewarta:ip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komplek MAN 2 Pegayo Butuh Satpam dan CCTV, Anggaran BOS Harusnya Sesuai Kebutuhan

28 Agustus 2025 - 08:49 WIB

Dana Desa Subulussalam Barat Diduga Diselewengkan, BLT dan Anggaran Penguatan Pangan Belum Dibayar

27 Agustus 2025 - 10:33 WIB

Warga Pulo Mbelen Minta Kepada Wali Kota Evaluasi/Ganti PJ Kepala Kampong M. Yasin, Dinilai Tidak Becus Jalankan Tugas Desa

27 Agustus 2025 - 01:22 WIB

Kejari dan Pemko Subulussalam Bersinergi, Tinjau Lokasi Pembangunan Gedung MBG dan Proyek Strategis Nasional.

26 Agustus 2025 - 08:24 WIB

Hentikan Layanan SIPUHH bagi Pemegang Hak Atas Tanah, Evaluasi Pemanfaatan Kayu Tumbuh Dan Stop Oprasi Sawmil/ Kilang kayu Yang DiDuga Masih Beroprasi Diwilayah Subulusalam

26 Agustus 2025 - 02:28 WIB

Trending di News