Tanah Karo MI. Org. Selama ini yang penulis tahu wartawan, LSM maupun Organisasi jarang sekali ingin berkunjung ke Kantor Polisi Militer, karena terkesan kaku, tidak bersahabat bahkan angker,…!!!. Begitu juga dengan Kantor Subdenpom 1/2-1 Tanah Karo, selama ini dinilai tertutup dengan dunia luar, sangat susah untuk sekedar bertamu dengan komandannya.
Namun kesan itu terbantahkan setelah Subdenpom 1/2-1 Tanah Karo dikomandoi oleh Kapten. CPM. Agus Setiawan, Putra Sunda dengan logat Batak ini, bahkan hampir setiap hari menerima tamu khususnya dari kalangan media, jadi komandan satu ini, ” Tidak Alergi Dengan Wartawan”, siapapun yang berkunjung diterima dengan baik.
Dari perbincangan hangat dengan penulis, Dansubdenpom yang ramah ini mengatakan, mengapa kita mesti Alergi dengan Wartawan,..? Wartawan merupakan ” Mitra Kerja ” kita, karena dari rekan-rekan wartawan juga kita dapat mengetahui informasi yang tidak kita ketahui, kalau kita hanya mengandalkan anggota, kan personil kita sangat terbatas, jika bermitra dengan Wartawan kita bisa dapat informasi yang tidak kita ketahui apa yang terjadi di Tanah Karo ini, karena wartawan merupakan ” Jendela Dunia “, tentu lebih banyak tahu tentang informasi yang tengah berkembang, ujar Kapten CPM Agus Setiawan dengan penuh keakraban.
Lanjutnya, saya senang jika rekan-rekan ,Media, LSM dan Organisasi mau berkunjung dan berbagi informasi dengan kita, namun tentu sifatnya jangan menyampaikan informasi bohong alias hoax. Mari kita sama-sama menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan di Bumi Turang ini, apalagi Tanah Karo Simalem dikenal dengan Daerah Tujuan Wisata di Sumatera Utara, jadi keamanan dan kenyamanan wisatawan harus kita perhatikan, ujarnya lagi.
Dari perbincangan tersebut penulis terkesan dengan kata-kata Dansubdenpom 1/2-1 Tanah Karo, Kapten.CPM. Agus Setiawan, ” Mari kita jaga anak-anak kita dari pengaruh narkoba, kalau sudah jadi pecandu narkoba, lebih baik mati saja, karena hiduppun tidak akan berguna lagi”. Karena apapun ceritanya semua, penjagaan itu dimulai dari orang tua, dari dalam rumahlah yang paling utama, pesannya sembari menutup perbincangan. Kaperwil ( Junaidi Ginting )










