Deli Serdang MI.Org. Disaat musim kemarau datang, masyarakat disekitar jalan Pertahanan Patumbak Kabupaten Deli Serdang setiap hari menghirup debu akibat jalan yang sangat rusak parah.
Mesin pemecah batu (Stone Chuser) dan Aspal Mixer Plant (AMP) yang beroperasi hampir setiap malam menimbulkan asap dan debu kepada masyarakat disekitar. Wajarkah masyaraknhanya mendapatkan 1 karung beras 5-10 beras dan hanya untuk puluh orang.
Akibat dari alat berat dan dumptruk dengan tonase dua puluhan ton mengakibatkan getaran dan rusaknya jalan hotmix yang di bangun pemkab deliserdan padalah kelas jalan hanyalah melas 2 atas kelas3.
Diduga jala n semakin rusak parah dikarenakan adanya kegiatan lalu lalang oleh perusahaan PT KM yang menggunakan alat berat setiap hari. Akibatnya masyarakat disekitar setiap hari harus menghirup udara debu yang sangat menyesakkan.
Seperti diketahui jalan tersebut merupakan jalan kelas 3 yang hanya memperbolehkan beban 8 ton. Menurut keterangan salah seorang warga merupakan tokoh masyarakat dijalan Pertahanan Patumbak Budiman Nadapdap yang juga korban penghirup udara debu bertanya kepada Kepala Desa Patumbak hanya mendapat jawaban “akan kita konfirmasi ya pak” jawab Kades.
Budiman berharap Kades segera turun tangan, kapasitas jalan supaya disesuaikan dengan kelasnya, bila perlu dibuat portal. Hal ini bukan kejamnya pemerintahan desa, tapi sepertinya PT KM terlalu sepele terhadap masyarakat sekitar, ucap Budiman.
Untuk itu diminta kepada Pemkab Deli Serdang bapak Bupati Dr. Asri Ludin Tambunan segera tindak tegas dan perlu dipertanyakan apakah CSR dari PT KM ini jelas atau tidak.
Apabila ini tidak mendapat solusi, Budiman bersama warga juga akan melanjutkan ke DPRD Sumatera Utara Komisi D yang membidangi untuk memanggil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Dengan adanya RDP nantinya Budiman juga berharap agar melibatkan Pemprov Sumut, Disnaker, DPRD Deli Serdang, Pemkab Deli Serdang dan Pemerintah Desa setempat, kata Budiman dengan nada kesal.
Sebab sudah terlalu banyak hal – hal yang diabaikan perusahaan ini tentang kehidupan manusia disekitar dan rusaknya lingkungan, tutupnya.
(Tiiim..)










