Menu

Mode Gelap
Narasi Puplik– Miliaran APBK Subulussalam 2020 Terselubung di Lahan Jurang – Dugaan Mupakat Jahat exskutip -Legislatif Terungkap Kilang Ubi yang Diduga Limbahnya Mencemari Sungai Liberia Diduga Menggunakan Kaporit. Diduga Adanya Sarat Kepentingan Dalam Masalah Penutupan Saluran Irigasi di Sei Rejo Sehingga Permasalahan Tersebut Tidak Kunjung Selesai. Rapat Perdana DPN PEMI, Awal Konsolidasi Menuju Pers Nasional yang Kuat dan Terintegrasi Tepat pada waktu sholat Mahrib pukul 17.45, saat umat Islam melaksanakan ibadah, sebuah kejadian mengkhawatirkan tercatat di Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan OKNUM PENGAWAS AR DI DINAS PUPR SUBULUSALAM DIDUGA KOLUSIF DENGAN REKANAN, MERUGIKAN DAERAH SELAMA LEBIH KURANG 10 TAHUN

News

Apkasindo Aceh Dari Bayang-Bayang Terpuruk Menuju Wajah Baru Petani Sejahtera

badge-check


					Apkasindo Aceh Dari Bayang-Bayang Terpuruk Menuju Wajah Baru Petani Sejahtera Perbesar

Subulussalam,aceh||MEDIAINDONESIA Nama Apkasindo Aceh dulu lebih sering disebut dengan nada getir: organisasi petani sawit yang hidup segan, mati tak mau. Berjalan tanpa arah, nyaris tak terdengar kiprahnya di tengah jeritan petani soal harga tandan buah segar (TBS). (01/10/2025)

Tapi itu cerita lama. Dalam sebelas bulan terakhir, roda Apkasindo Aceh seakan digas penuh. Pimpinan barunya menata ulang struktur, merapikan kepengurusan, bahkan tak segan membongkar kebiasaan lama yang membuat organisasi ini jalan di tempat.

Dua nama kini melambung: Netap Ginting, Ketua Apkasindo Aceh, dan Yuslan, sang Sekretaris DPW. Duet ini disebut-sebut sebagai pasangan “mesin ganda” yang membuat Apkasindo kembali hidup. Kerjasama keduanya digambarkan ibarat dua sayap burung: saling menguatkan, saling menopang, hingga organisasi benar-benar bisa terbang lebih tinggi.

Kini, Apkasindo Aceh bukan sekadar papan nama di kantor. Mereka menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Aceh – dari Politeknik Kutaraja, Politeknik Aceh, hingga Politeknik Teuku Umar. Dari ruang kuliah umum, program beasiswa, hingga pelatihan SDM untuk anak-anak petani, semuanya berjalan. Sebuah langkah yang jarang ditempuh organisasi tani, yang biasanya hanya sibuk mengutak-atik angka harga TBS.

Tak hanya itu, Apkasindo konsisten hadir dalam rapat penetapan harga TBS provinsi, menjadi tamu tetap di forum nasional, hingga ikut membahas tata kelola sawit berkelanjutan. Arah geraknya jelas: memperbaiki rantai pasok, sekaligus menyiapkan petani Aceh agar tidak sekadar jadi penonton di industri sawit yang terus berkembang.

Apresiasi pun datang. LSM Suara Putra Aceh menilai Apkasindo sudah keluar dari tidur panjangnya.

> “Bukan lagi organisasi tidur. Ada gerakan peduli yang langsung menyentuh petani, ada kemitraan sehat dengan perusahaan yang berpihak pada rakyat. Itu patut diapresiasi,” ujar perwakilan Suara Putra Aceh.

Tentu, pekerjaan rumah masih menumpuk: ketidakpatuhan sejumlah pabrik sawit pada harga resmi, hingga lemahnya pengawasan terhadap praktik kemitraan yang sering timpang. Namun setidaknya, Apkasindo Aceh kini telah keluar dari liang sepi yang dulu membuatnya sekadar stempel organisasi.

> “Saya berharap pengurus Apkasindo di setiap kabupaten/kota bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, menjalin kemitraan sehat dengan perusahaan sawit, hingga memastikan hak-hak petani benar-benar terlindungi,” kata Netap Ginting, Ketua Apkasindo Aceh, saat diwawancarai.

Harapannya sederhana, tapi krusial: konsistensi. Sebab di tanah sawit seperti Aceh, organisasi tani yang kuat bukan hanya pelengkap, tapi penentu masa depan ribuan keluarga petani.
// IPONG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Narasi Puplik– Miliaran APBK Subulussalam 2020 Terselubung di Lahan Jurang – Dugaan Mupakat Jahat exskutip -Legislatif Terungkap

2 Februari 2026 - 01:23 WIB

Tepat pada waktu sholat Mahrib pukul 17.45, saat umat Islam melaksanakan ibadah, sebuah kejadian mengkhawatirkan tercatat di Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan

31 Januari 2026 - 04:13 WIB

OKNUM PENGAWAS AR DI DINAS PUPR SUBULUSALAM DIDUGA KOLUSIF DENGAN REKANAN, MERUGIKAN DAERAH SELAMA LEBIH KURANG 10 TAHUN

31 Januari 2026 - 01:42 WIB

NARASI MASYARAKAT TERKAIT DEfISIT DAN PERMASALAHAN ANGGARAN PEMKO SUBULUSALAM.

23 Januari 2026 - 04:42 WIB

Utang Rp258 Miliar, Pinjaman PEN Dipertanyakan: BPKAD Subulussalam Akui Beban Fiskal Berat Warisan Periode Lalu

22 Januari 2026 - 02:52 WIB

Trending di News