Menu

Mode Gelap
Narasi Puplik– Miliaran APBK Subulussalam 2020 Terselubung di Lahan Jurang – Dugaan Mupakat Jahat exskutip -Legislatif Terungkap Kilang Ubi yang Diduga Limbahnya Mencemari Sungai Liberia Diduga Menggunakan Kaporit. Diduga Adanya Sarat Kepentingan Dalam Masalah Penutupan Saluran Irigasi di Sei Rejo Sehingga Permasalahan Tersebut Tidak Kunjung Selesai. Rapat Perdana DPN PEMI, Awal Konsolidasi Menuju Pers Nasional yang Kuat dan Terintegrasi Tepat pada waktu sholat Mahrib pukul 17.45, saat umat Islam melaksanakan ibadah, sebuah kejadian mengkhawatirkan tercatat di Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan OKNUM PENGAWAS AR DI DINAS PUPR SUBULUSALAM DIDUGA KOLUSIF DENGAN REKANAN, MERUGIKAN DAERAH SELAMA LEBIH KURANG 10 TAHUN

News

Bijak Bermedsos: Kasus Pencemaran Nama Baik di Subulussalam Ditutup dengan Damai

badge-check


					Bijak Bermedsos: Kasus Pencemaran Nama Baik di Subulussalam Ditutup dengan Damai Perbesar

Subulussalam,Aceh||MediaIndonesia Pemerintah Kampong Subulussalam Selatan di bawah kepemimpinan Kepala Desa Rahmadi menunjukkan langkah bijak dalam menyelesaikan perselisihan antarwarga yang bermula dari unggahan di media sosial. Sabtu pagi, dengan didampingi Babinkamtibmas dan Babinsa, pemerintah desa berhasil menggelar musyawarah mufakat yang berujung damai.(30/08/2025).

Suasana pertemuan semakin khidmat saat acara adat tepung tawar digelar. Kedua belah pihak warga yang sebelumnya berselisih karena perbedaan pendapat di Facebook, akhirnya saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Ritual adat tersebut menghadirkan keheningan sekaligus kesejukan, menjadi simbol pengakuan atas kehilafan dan kerendahan hati untuk saling memaafkan.

Kepala Desa Rahmadi menegaskan bahwa kebijakan khusus kampong dalam menyelesaikan persoalan sosial lebih mengedepankan pendekatan kekeluargaan dan adat istiadat. “Kami ingin setiap permasalahan tidak berlarut, tapi diselesaikan dengan hati yang sejuk. Saling menyadari kekurangan adalah istimewa, dan saling memaafkan adalah keberanian yang harus kita rawat, sejak hari ini kedua belah pihak untuk selalu bersilaturahmi” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, terutama dalam penggunaan media sosial. Unggahan status, komentar, atau analisa di platform digital dapat menimbulkan salah paham jika tidak bijak. Karenanya, warga diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di dunia maya, agar ruang digital tidak menjadi sumber pertengkaran, melainkan sarana mempererat silaturahmi.

Dengan selesainya perselisihan ini, warga Subulussalam Selatan berharap keharmonisan

(Raja Kombih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Narasi Puplik– Miliaran APBK Subulussalam 2020 Terselubung di Lahan Jurang – Dugaan Mupakat Jahat exskutip -Legislatif Terungkap

2 Februari 2026 - 01:23 WIB

Tepat pada waktu sholat Mahrib pukul 17.45, saat umat Islam melaksanakan ibadah, sebuah kejadian mengkhawatirkan tercatat di Desa Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan

31 Januari 2026 - 04:13 WIB

OKNUM PENGAWAS AR DI DINAS PUPR SUBULUSALAM DIDUGA KOLUSIF DENGAN REKANAN, MERUGIKAN DAERAH SELAMA LEBIH KURANG 10 TAHUN

31 Januari 2026 - 01:42 WIB

NARASI MASYARAKAT TERKAIT DEfISIT DAN PERMASALAHAN ANGGARAN PEMKO SUBULUSALAM.

23 Januari 2026 - 04:42 WIB

Utang Rp258 Miliar, Pinjaman PEN Dipertanyakan: BPKAD Subulussalam Akui Beban Fiskal Berat Warisan Periode Lalu

22 Januari 2026 - 02:52 WIB

Trending di News