Menu

Mode Gelap
Dugaan Keterlibatan Oknum Kades ‘JG’ Dalam Dugaan Penyelewengan Dana Desa & Lingkaran Judi Makin Kuat. GMPET SU Desak Evaluasi dan Pencopotan Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan Usai Temuan 6,8 Kg Ganja di Dalam Lapas Masyarakat Nagori Bandar Betsy 1 Desak Pangulu Pecat Gamot Huta V, Karena Lakukan Penahanan BLT-DD. [KLARIFIKASI HOAKS] Bupati Karo Tidak Pernah Menyerukan Aksi Tabrak Pelaku Pungli di Pemandian Air Panas Fun Trofeo Mini Soccer PWPM Sumut 2026 Digelar, Pererat Silaturahmi Antar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Usung Tema Revitalisasi Kader, PC HIMMAH Deli Serdang Periode 2026–2028 Resmi Dilantik

Headline

Mendagri Hanya Bawa Peta Tetapi Lupa Baca Arsip 4 Pulau Aceh

badge-check

Ketua Umum RPN Prabowo Ikhyar Velayati.

MEDIA INDONESIA, Ketua Umum RPN Prabowo sekalian Aktivis 98 Ikhyar Velayati menilai ke 4 pulau di Kabupaten Singkil, yakni Pulau Lipan, Panjang, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek secara hukum dan historis merupakan milik Provinsi Aceh

Menurut keterangan Ketua Umum RPN Prabowo ini mengatakan Mendagri hanya membawa peta tetapi lupa baca arsip ketika memutuskan ke empat pulau tersebut masuk ke dalam wilayah Sumut

“Mendagri hanya membawa peta, tetapi lupa baca arsip ketika memutuskan 4 pulau menjadi milik Sumut,” jelas Ikhyar di Jakarta, Minggu 15 Juni 2025.

Ikhyar menambahkan, jika baca arsip, maka ada kesepakatan tahun 1992 yang ditandatangani dan disaksikan langsung Mendagri Rudini saat itu, yang memutuskan empat pulau tersebut masuk dalam wilayah Aceh.

“Kesepakatan itu final dan mengikat,” tegas Ikhyar yang pernah warawiri mengadvokasi masyarakat Aceh saat Era Orde Baru.

Selain aspek historis, Ikhyar juga mengatakan secara hukum Provinsi Aceh lebih punya dasar memiliki ke 4 pulau tersebut dengan adanya UU No 24 tahun 1956 tentang daerah otonomi Provinsi Aceh.

Selain itu juga pernah ada putusan MA No 01.P/HUM/2013 yang menolak gugatan Pemerintah Provinsi Sumut dan UU Pemerintahan Aceh tentang tapal batas wilayah Aceh-Sumut serta MoU Helsinki yang ditandatangani Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin.

“Jadi kesimpulannya secara historis, hukum, undang undang maupun dokumen serta arsip yang ada Provinsi Aceh memiliki dasar yang kuat terhadap kepemilikan empat pulau tersebut,” tegas Ikhyar.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya membantah kabar perpindahan status 4 Pulau di Kabupaten Singkil, Aceh ke Sumut karena faktor politik.

“Sangat tidak benar. Tidak ada kepentingan apapun selain menjalankan tugas negara,” ujarnya, Jakarta, Sabtu 14 Juni 2025.

Bima memastikan tidak ada kepentingan politis apapun terkait polemik perpindahan administrasi keempat pulau tersebut. Ia mengklaim perpindahan dilakukan hanya untuk menentukan batas wilayah masing masing provinsi.

“Ini proses administratif menentukan batas wilayah sebagaimana amanat Undang-Undang. Kami akan lakukan kajian ulang secara menyeluruh, mempelajari, tidak saja data geografis tapi juga historis dan kultural,” ujurnya (RED/TN/DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

[KLARIFIKASI HOAKS] Bupati Karo Tidak Pernah Menyerukan Aksi Tabrak Pelaku Pungli di Pemandian Air Panas

28 Juni 2026 - 09:03 WIB

Viral Pemberitaan Masalah Bansos di Facebook, Pemdes Mangga Dua Diduga Intimidasi Warga Miskin, Tuai Sorotan.

23 Juni 2026 - 17:41 WIB

PT PHPO Bantu Penerangan Lampu Untuk 2 Mushalla di Belawan

21 Juni 2026 - 03:33 WIB

PT PHPO Belawan Bantu 25 Sak Semen ke GBKP Runggun Bangun Mulia

20 Juni 2026 - 16:23 WIB

Agra Reynold Gurning Melesat Sendiri, Jadi Satu-Satunya Pendaftar Ketua Hanura Karo

20 Juni 2026 - 15:57 WIB

Trending di Nasional