Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Dugaan Pencemaran Lingkungan Mie Gacoan Pancing, Aliansi Mahasiswa Ini Desak DPRD Deli Serdang Sidak AMDAL Dan Limbah Bau Tak Sedap 

badge-check

Dugaan Pencemaran Lingkungan Mie Gacoan Pancing, Aliansi Mahasiswa Ini Desak DPRD Deli Serdang Sidak AMDAL Dan Limbah Bau Tak Sedap  Perbesar

Media Indonesia | Deli Serdang – Restoran cepat saji Mie Gacoan di Jalan Williem Iskandar, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kota Medan, kini menjadi sorotan tajam.

Setelah hampir satu tahun beroperasi, restoran tersebut diduga melanggar sejumlah aturan penting terkait pengelolaan lingkungan.

Indikasi pelanggaran tersebut mencakup ketiadaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) hingga dugaan pengabaian sistem pengolahan limbah yang memadai.

Dalam sebuah investigasi mendalam, Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Sumut Ketua Rusydi ungkapkan kekecewaan sejumlah temuan yang membuat warga geram.

Pengguna Jalan berinisial H dalam keterangannya kepada awak media ini juga merasa resah akibat di duga Air Limbah yang berasal Kitchen Gacoan yang berada di Jalan Williem Iskandar/Jalan Lancing melimpah kejalan dan menimbulkan aroma tak sedap.

Investigasi temuan Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Sumut menunjukkan bahwa restoran tersebut tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah sesuai standar pemerintah.

Rusdy Aktifis yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Sumut mendesak dan meminta DPRD Deli Serdang untuk melakukan sidak ke Kitchen Mie Gacoan karena sudah meresahkan warga sekitar lingkungan akibat dari di duga air limbahnya.

“Kami mendesak DPRD Deli Serdang untuk segera turun tindaklanjuti perizinannya dan Instalasi pembuangan air limbah Kitchen Mie Gacoan di Jalan Pancing apakah sesuai standar Pemerintah atau ditinjau ulang,” katanya pada awak media ini, Senin (14/04/2025).

Saat Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Sumut meminta tanggapan, perwakilan manajemen Mie Gacoan mengklaim bahwa dokumen AMDAL dan fasilitas pengolahan limbah sedang dalam proses pengurusan.

Menurut Ketua Rusydi, “alasan ini tidak dapat diterima mengingat resto sebesar itu dan cabang ada di mana mana dan di Jl Pancing telah beroperasi hampir satu tahun tanpa dokumen yang lengkap ini alasan tidak logis” ujar Rusydi dengan nada kecewa.

Bahagian Operasional Mie Gacoan mengatakan bahwa IPAL masih dalam perbaikan. “Masih dalam perbaikan bang,” pungkasnya.

Dugaan pelanggaran itu bertentangan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 16 Tahun 2012, yang mewajibkan setiap usaha dengan potensi dampak lingkungan untuk memiliki dokumen AMDAL dan sistem pengelolaan limbah.

Amatan awak media saat menelusuri Sumber air dari Kitchen Mie Gacoan, tampak barang barang berserak dan air melimpah, menimbulkan bau. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

PD IPA Labura Apresiasi Polres Labuhanbatu, Ragil Pohan: Operasi Sarang Narkoba Harus Terus Digencarkan

29 Okt 2026 - 11:57 WIB

PD IPA Labura Apresiasi Polres Labuhanbatu, Ragil Pohan: Operasi Sarang Narkoba Harus Terus Digencarkan

Isu Limbah dan Tudingan Intimidasi ke Warga di Sergai, Kepala SPPG Rampah Kiri Angkat Bicara

29 Okt 2026 - 09:23 WIB

Isu Limbah dan Tudingan Intimidasi ke Warga di Sergai, Kepala SPPG Rampah Kiri Angkat Bicara

Mengoptimalkan Pertukaran Informasi Dan Penguatan Komunikasi Institusional Dandenpom I/5 Medan Laksanakan Kunker Ke Mako Subdenpom I/5-1 Belawan, Kejari Belawan Dan Mapolres Pelabuhan Belawan. 

29 Okt 2026 - 08:18 WIB

Mengoptimalkan Pertukaran Informasi Dan Penguatan Komunikasi Institusional Dandenpom I/5 Medan Laksanakan Kunker Ke Mako Subdenpom I/5-1 Belawan, Kejari Belawan Dan Mapolres Pelabuhan Belawan. 

Bangkitkan Semangat Perjuangan Pemuda, H.M Fadli Habibie Resmi Nakhodai DPC PKB Kota Medan

29 Okt 2026 - 06:03 WIB

Bangkitkan Semangat Perjuangan Pemuda, H.M Fadli Habibie Resmi Nakhodai DPC PKB Kota Medan

Sistem Vendor Kutip Kompo di Kebun Tanah Raja PTPN IV Regional 1 Dipertanyakan, Pihak Manajemen Memilih Bungkam.

29 Okt 2026 - 01:06 WIB

Sistem Vendor Kutip Kompo di Kebun Tanah Raja PTPN IV Regional 1 Dipertanyakan, Pihak Manajemen Memilih Bungkam.
Trending di Berita