Menu

Mode Gelap
Asisten Pemulihan Aset Laksanakan Rapat Koordinasi Bersama Satuan Kerja Kejaksaan Negeri Se Wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Secara Virtual Soroti Dugaan P3A ‘Siluman’ di Desa Sei Buluh, Respons TPM BWS Sumut II Dipertanyakan. Diplomasi Pewarta Warga: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya Ghana Tegaskan Rencana Otonomi Maroko Sebagai Satu-Satunya Solusi Realistis dan Langgeng untuk Isu Sahara KEMBALIKAN MARWAH NU, SELAMATKAN JAM’IYYAH Prospek PBNU Hasil Muktamar Tambakberas Passca OTT Sumarecon

Berita

Ketum PP IPA Mhd Amril Harahap Kecam Penyebaran Video Hoaks Zulhas: Menyesatkan Publik!

badge-check


					Ketum PP IPA Mhd Amril Harahap Kecam Penyebaran Video Hoaks Zulhas: Menyesatkan Publik! Perbesar

Media Indonesia | JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas), kembali menjadi sasaran informasi hoaks. Potongan video Zulhas disebarkan tanpa konteks lengkap usai beliau memberikan arahan dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (04/08).

Menanggapi video viral tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah, Mhd Amril Harahap mengecam keras tindakan oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja memotong isi video hingga memicu disinformasi di tengah masyarakat.

Amril menjelaskan bahwa narasi lengkap yang disampaikan oleh Zulhas sebenarnya membahas komitmen pemerintah dalam mendorong swasembada pangan.

“Banyak kebijakan Presiden yang baru, besar, dan mendasar, termasuk mendorong Indonesia menjadi negara yang swasembada pangan. Selama 28 tahun pascareformasi, hal ini kurang diprioritaskan karena Indonesia cenderung mengikuti sistem pasar bebas—asal ada uang, beras bisa diimpor,” ujar Amril mengutip isi video utuh tersebut di Jakarta, Jum’at (07/08).

Amril menambahkan, saat itu Zulhas hanya memberikan gambaran mengenai pola pikir lama, di mana ada pandangan jika menanam padi tidak menguntungkan, lebih baik menanam sawit dan menggunakan keuntungannya untuk membeli beras luar negeri. Pola pikir inilah yang menyebabkan ketergantungan impor selama bertahun-tahun.

Namun, dalam video yang dipotong dan disebarkan secara menyesatkan, narasi yang diambil hanyalah kalimat pendek: *Kalau nanam padi tidak menguntungkan ya tanam sawit, nanti dari keuntungan sawit kita beli beras.” Penggalan tanpa konteks inilah yang akhirnya memicu kegaduhan dan salah persepsi di publik.

“Hal ini sangat bertolak belakang. Sebagai pejabat publik, Pak Zulhas tentu mempertimbangkan setiap pernyataannya. Jika kita lihat kinerjanya sebagai Menko Pangan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, percepatan swasembada pangan, penataan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi terus berjalan nyata,” tegas Amril.

Di akhir penjelasannya, Amril mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar lebih bijak dan kritis dalam menyaring informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak jelas sumbernya.

“Berita bohong atau hoaks adalah ancaman nyata bagi persatuan dan keamanan bangsa. Hoaks memicu kemarahan, memecah belah masyarakat, dan merusak kepercayaan publik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diplomasi Pewarta Warga: PPWI dan Kedubes Maroko Sepakati 9 Langkah Strategis Kemitraan Media dan Budaya

21 September 2026 - 15:23 WIB

Ghana Tegaskan Rencana Otonomi Maroko Sebagai Satu-Satunya Solusi Realistis dan Langgeng untuk Isu Sahara

21 September 2026 - 15:13 WIB

Akses Jalan Terkepung, Usaha Ternak Ayam di Pringgan Kebun Rambutan PTPN IV Diduga Gunakan Jalan Kebun Rambutan Tanpa Izin Resmi.

17 September 2026 - 08:21 WIB

Gandeng Aparat Penegak Hukum, PW GP Al Washliyah Sumut Fokus Berantas Narkoba Lewat Ekonomi

13 September 2026 - 03:41 WIB

CREAM Apresiasi Penuh Wali Kota Medan Rico Waas Tuntaskan PBG Gereja Pentakosta Tebernakel

12 September 2026 - 03:44 WIB

Trending di Berita