Menu

Mode Gelap
Usung Tema Revitalisasi Kader, PC HIMMAH Deli Serdang Periode 2026–2028 Resmi Dilantik Lintas 98 Sumut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Dinilai Mulai Mengarahkan Demokrasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan. GEMPA Sumut Akan Gelar Aksi di Kejati Sumut, Diduga Pejabat Tinggi Kab. Langkat Menguasai Proyek di PT. LNK Melalui PT. CKM Asisten dan Mandor 1 Afdeling VII Kebun Rambutan PTPN 4, Bungkam dan Blokir Kontak Awak Media, Terkait Regulasi K3 dan Isu Pekerjakan Anak Dibawah Umur. Warga Dusun 6 Ancam Lakukan Aksi Protes Jika Aspirasi Mereka Tidak Dihiraukan, Terkait Darurat Lalat dan Bau Busuk yang Masih Merebak. Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1 Jadi Sorotan, Karena Diduga Gunakan Pekerja Informal dan Anak Dibawah Umur, Mendesak Pihak Management Tegakkan Regulasi K3.

Headline

TPA Sampah di Kebun Adolina Meluber ke Areal Tanaman Sawit, Kadis Perkim & LH Sergai dan Kabid PKPLH Pilih Bungkam.

badge-check


					TPA Sampah di Kebun Adolina Meluber ke Areal Tanaman Sawit, Kadis Perkim & LH Sergai dan Kabid PKPLH Pilih Bungkam. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Permasalahan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berada di Afdeling 1 Kebun Adolina, Desa Cilawan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kini terus menjadi sorotan tajam bagi publik. Pasalnya, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Sergai dinilai tidak efektif dan tidak profesional dalam mengelola sampah hingga dapat berdampak pada pencemaran lingkungan.

Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan sampah sudah meluber hingga ke area tanaman kelapa sawit milik Kebun Adolina. Kondisi ini tidak hanya dapat mencemari lahan, tetapi juga dapat merusak tanaman sawit dan mengganggu aktivitas operasional perusahaan perkebunan tersebut, serta menimbulkan aroma tak sedap sehingga juga mengganggu masyarakat sekitar.

 

Namun sayangnya, saat dikonfirmasi terkait masalah ini, Kepala Dinas Perkim-LH Sergai, Reza Firmansyah, dan Kepala Bidang (Kabid) PKP-LH Sergai, Boy R. Sihombing, lebih memilih bungkam ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp mereka pada hari Jum’at 10 April 2026. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari kedua pejabat tersebut mengenai solusi penanganan luberan sampah yang kian meluas.

Di sisi lain, pihak Kebun Adolina telah mengambil langkah tegas melalui Asisten Kepala (Askep) A Kebun Adolina, Kevin, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya juga telah menyurati pada setahun yang lalu dan juga sudah bertemu langsung dengan pihak Dinas LH Sergai pada beberapa bulan yang lalu di tahun ini untuk mencari solusi.

“Kami sudah menyampaikan keberatan karena ini tentunya sudah mengganggu aktivitas usaha kami dan merusak lingkungan. Dalam pertemuan tersebut, kami berharap agar pihak Dinas Perkim & LH Sergai agar segera menindak lanjuti permasalahan tersebut,” Ungkap Kevin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (10/4/2026).

 

Dalam pertemuan tersebut pihak LH Sergai, mengatakan pada tahun 2026 ini, kami sudah rencanakan untuk membeli lahan untuk TPA yang baru dan anggarannya juga sudah disiapkan.

Namun ketika ditanya kembali oleh awak Media, apa status lahan yang digunakan TPA tersebut dan jika pihak LH Sergai belum juga menindak lanjuti permasalahan tersebut, apa langkah yang akan diambil pihak Kebun Adolina, Kevin hanya menjawab,

 

” Soal status tanah tersebut adalah pihak LH Sergai meminjam lahan, karena kami pihak Adolina dan juga pihak LH Sergai hingga saat ini belum menemukan surat atau arsip mengenai hal tersebut karena itu juga kan sudah lama adanya TPA tersebut, dan soal jika pihak LH Sergai belum juga menindak lanjutinya, saya tidak ingin berspekulasi, karena saya yakin dengan pihak LH Sergai akan melaksanakan apa yang telah menjadi komitmen mereka kepada kami pihak Kebun Adolina, jelasnya dengan penuh keyakinan.”

Masyarakat dan pihak perkebunan kini tinggal menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, khususnya dari pihak LH Sergai. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan dampak pencemaran akan semakin luas dan merugikan produktivitas perkebunan milik negara tersebut serta juga masyarakat yang ada di sekitaran TPA tersebut. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Pemberitaan Masalah Bansos di Facebook, Pemdes Mangga Dua Diduga Intimidasi Warga Miskin, Tuai Sorotan.

23 Juni 2026 - 17:41 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Lidah Tanah Diduga Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin Terlewat, Pejabat Setempat Bungkam.

14 Juni 2026 - 11:05 WIB

Sudah Sebulan Diteror Ribuan Lalat, Warga Sukajadi Desak Pemerintah Evaluasi Usaha Peternakan Ayam yang Diduga Juga Tak Berizin.

12 Juni 2026 - 13:36 WIB

Legalitas Pasokan Bahan Baku Pada Operasional PKS Mini di Pematang Kuala Jadi Pertanyaan dan Sorotan Publik.

11 Juni 2026 - 12:40 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Trending di Berita