SERGAI – Media Indonesia – Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan ekonomi kreatif ibu-ibu rumah tangga, PT Socfindo Indonesia Kebun Mata Pao menyelenggarakan pelatihan pembuatan tempe higienis dan inovatif. Kegiatan ini ditujukan bagi anggota PKK dari Desa Pasar Baru dan Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (31/03/2026).
Pelatihan yang berlangsung di pendopo lapangan tenis Kebun Mata Pao ini dihadiri langsung oleh Ibu Luluk William, selaku nyonya Principal Director PT Socfindo, dan juga jajarannya seperti Ny Hartaty Tarigan selaku Ny General Manager, Ny Indun Sugihartana selaku Ny Kabag Umum, Hugo Napitupulu selaku Grup Man beserta istri, Dr Michael Tamalate selaku dokter perusahaan, Aidil Hidayat Nst selaku pengurus Kebun Mata Pao beserta staf lapangan/pabrik Socfindo Kebun Mata Pao, anggota DPRD kabupaten Sergai dari Fraksi PDI Perjuangan Jhon Rawensen Purba, Camat Teluk Mengkudu Wein Arfandy SE, M. AP, dan istri beserta jajarannya dan para ibu – ibu PKK dari Desa Sei Buluh dan Desa Pasar Baru Kecamatan Teluk Mengkudu, yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan perempuan di sekitar area operasional perkebunan.
Dalam sambutannya, Ibu Luluk William menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar ibu-ibu PKK dapat memproduksi tempe berkualitas tinggi yang tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga bernilai jual sebagai UMKM.
“Kami berharap pelatihan ini memberikan keahlian praktis yang dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga. PT Socfindo selalu ingin tumbuh bersama masyarakat Desa Pasar Baru dan Sei Buluh,” ujar Ibu Luluk,” pada hari Senin (30/03/2026).
Pelatihan ini mencakup materi teori hingga praktik langsung, meliputi:
Pemilihan kacang kedelai berkualitas.
Proses pencucian, perebusan, dan peragian yang benar.
Proses inkubasi/fermentasi yang higienis.
Pada saat wawancara awak Media terhadap ibu Luluk Williams ketika ditanya tujuan dan harapannya, ialah guna membagikan ilmu dan pengalaman karena tempe yang ini agak berbeda karena lebih higenis dan bermutu makanya disebut tempe Sultan karena dari bahan yang bermutu/berkelas, dengan harapan bisa menjadi usaha rumahan bagi ibu – ibu PKK dan bisa menjadi tambahan pendapatan bagi keluarga.
Sementara itu ibu Camat Teluk Mengkudu, ketika ditanya juga menyampaikan, ucapan terimakasih kepada ibu Luluk Williams beserta jajarannya karena sudah mengajari ibu – ibu PKK Teluk Mengkudu dalam pembuatan tempe sultan, dan ini akan kita ajarkan juga kepada ibu – ibu PKK Desa lainnya jika ini hasilnya memuaskan.
Sementara itu para ibu-ibu PKK terlihat antusias mempraktikkan langkah-langkah pembuatan tempe yang dipandu oleh tim ahli PT Socfindo. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan usaha mikro baru yang berbasis pada kebutuhan pangan sehari-hari di Kecamatan Teluk Mengkudu. (Syahrial).










